Mesin Pengais Konten Negatif (AIS)

Penanganan konten Internet bermuatan negatif bertujuan memberikan situasi yang kondusif
sehingga masyarakat dan tatanan yang ada dapat berjalan. Kementerian Kominfo memfasilitasi
berbagai macam pemangku kepentingan dalam penanganan situs internet bermuatan negatif
yaitu pornografi, SARA/radikalisme, narkoba, penipuan, perjudian, perdagangan/investasi
illegal, pelanggaran hak cipta, dan kegiatan ilegal lainnya.

Pemantauan konten Internet yang dilakukan saat ini dilakukan melalui proses meramban
(crawling) secara manual, pengendalian konten negatif yang diberi nama Trust+ yang berbasis
pada teknologi Domain Name Server (DNS System) dimana mekanisme pemblokirannya hanya
dapat dilakukan dengan menggunakan nama domain dan/atau nama server. Sistem kerja masih
bersifat manual menunggu permintaan dari kementerian atau lembaga lain atau laporan dari
masyarakat. Sementara pertumbuhan konten Internet yang sangat cepat dimanfaatkan oleh
pembuat dan penyebar konten bermuatan negatif sehingga Kemkominfo seringkali terlambat
mengantisipasinya. Sehingga diperlukan teknologi dengan pengadaan mesin pengais konten
negatif (AIS).

Mesin pengais konten negatif Kominfo mulai resmi difungsikan pada tanggal 3 Januari
2018. Sejalan dengan hal itu, tim Trust Positif (Trust+) di Kementerian Kominfo dilebur dalam tim Cyber Drone 9. Selama ini, tim Trust Positif yang menangani laporan masyarakat tentang konten-konten negatif di ranah maya.

“Semua squad Trust+ bergabung di Cyber Drone 9”. Cyber Drone 9 adalah nama ruangan di
lantai 8 Gedung Kominfo, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat yang berisi mesin-mesin pengais
konten negatif. Tak hanya berperan pasif menerima laporan masyarakat, tim Cyber Drone 9 juga aktif
mencari konten negatif dengan memanfaatkan mesin khusus bernama “AIS”. Mesin ini berguna untuk
membantu tim Cyber Drone 9 menemukan situs dan akun penyebar konten pornografi, perjudian online, penipuan online, radikalisme, dan sebagainya.awalnya pemblokiran sifatnya pasif (laporan),
kecuali ada permintaan khusus. Sekarang aktif dan pasif,”. Intinya, Trust+ dibubarkan untuk
berintegrasi dengan Cyber Drone 9. Konten negatif internet masih bisa dilaporkan masyarakat melalui
situs aduankonten.id yang ditangani tim Cyber Drone 9. Paralel dengan itu, tim Cyber Drone 9 terus mengais konten negatif dengan mesin AIS.

Cara kerja Mesin AIS di CD9
Dengan memasukkan kata kunci tertentu, AIS hanya membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10
menit untuk menemukan situs dan akun media sosial penyebar konten negatif. Potensi viral-nya
konten negatif tersebut juga bisa teridentifikasi. Biro Humas Kominfo mengimbau masyarakat
tak perlu khawatir soal privasi atau kemungkinan Internet di Indonesia bakal penuh sensor. Ia
menjamin tim Cyber Drone 9 tak akan digunakan pemerintah untuk mengawasi semua pengguna internet dan media sosial

Mesin AIS di Cyber Drone 9 hanya mempercepat proses crawling konten negatif yang tadinya dilakukan
secara manual. Mesin itu tak dibekali “senjata pembunuh” situs, akun media sosial, portal berita,
dan lainnya. Hasil temuan mesin AIS akan diverifikasi ulang oleh tim verifikator yang terpilih dan
terlatih. Bukti nyata konten negatif akan di-screencapture, lalu diteruskan ke tim eksekutor untuk
tindakan terakhir. Jika sebuah situs atau akun memang dianggap meresahkan dan melanggar
aturan yang berlaku di Indonesia, tim eksekutor Cyber Drone 9 akan memblokirnya dengan berkoordinasi ke penyedia jasa Internet dan penyelenggara media sosial.