Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Jakarta - BPS melalui direktorat statistik keuangan, tekhnologi  informasi pariwisata,  melakukan konsinyiering data  Indeks Persepsi Tekhnologi dan informatika (IP –TIK) Tahun 2017 di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta dengan melibatkan Kementrian Komunikasi dan informatika (29/11).  Direktur statistic keuangan, tekhnologi  informasi pariwisata, Titi Kanti Lestari menyampaikan bahwa rapat tersebut bertujuan untuk menyusun Indeks Pembangunan TIK tingkat subnasional (per provinsi) dan melakukan konsolidasi data-data IDI per provinsi dengan data-data di Kementerian Kominfo. 

Hadir perwakilan Kominfo yang perwakilan  nya terdiri dari Bafitri Andi dari Ditjen Aptika, Aulia A.  Dari PUSKI, Yessi A dari PDSI, Shindu P dari Ditjen Penyelenggara Pos Dan Informatika (PPI).  Adapun rumus  yang digunakan oleh BPS dalam penyusunan IDI subnasional merujuk pada metodologi  ITU IDI. IDI subnasional direncanakan akan dilaunching bersama antara Kepala BPS dan Menkominfo pada tanggal 15 Desember 2017 atau pada tanggal 2 Januari 2018.

Disepakati hasil perhitungan IDI Indonesia 2017 oleh BPS: 4.34 (sedikit berbeda dengan IDI ITU 2017: 4.33, dan IDI hasil perhitungan Pusat KI: 4.31), hasil IDI ini akan menjadi dasar bagi perhitungan IDI subnasional, per provinsi di Indonesia.(NDI)

 

Jakarta - Ditjen Aptika urun rembug pada Rakernis nasional bidang komunikasi dan informatika yang dilaksanakan oleh Ditjen IKP dengan tema “ sinergitas pemerintah pusat  dan pemerintah daerah dalam membangun Tata Kelola Informasi dan komunikasi publik dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik “. Bertempat di di hotel Grand Sahid, Jakarta (6/12). Hadir perwakilan Aptika dari Direktorat Teknologi dan Infrastruktur e-Government : Yusuf Simatupang, Fahru Rozi, Febrina Siahaan dan bafitri Andi. Semua  bergabung dalam tim perwakilan dari Ditjen IKP, PPI, SDPPI,  dan dibagi menjadi 5 kelompok ruangan. Ruangan I mengakomodir peserta dari Sumatera dan Kalimantan, ruangan II peserta Jawa tengah, jawa barat dan DKI, Ruangan III peserta Sulawesi, ruangan IV, peserta dari Bali dan NTT, dan Ruangan V dari Papua, dan sebagian Kalimantan.

Peserta sangat antusias dalam berdiskusi dengan tim asistensi dari kementerian kominfo,  salah satu nya mengenai permasalahan Pembangunan BTS baru di pemerintah daerah yang dihadapi oleh dinas kominfo dimana dinas kominfo di kabupaten kota tidak berani mengeluarkan rekomendasi untuk kelengkapan IMB mengingat fungsi postel dari kementrian kominfo tidak diturunkan. 

Pendampingan tentang smart city pun tidak luput dari hal yang ditanyakan oleh peserta, mengingat saat ini smart city merupakan inovasi dari pelayanan public, yang memanfaatkan Tekhnologi Informasi untuk kemudahan pelayanan masyarakat. Sebelum nya, kominfo telah menetapkan 24 kabupaten kota sebagai inisiator dalam pelaksanaan quick win sebagai contoh, kabupaten bojo negoro dengan Aplikasi e-contractnya, dan banyuwangi dengan e-retribusi dimana system retribusi telah dilaskanakan secara online. peserta mengharapakan minimal sekali setahun ada kegiatan rakernis ini, sebagai wadah untuk bertatap muka dalam rangka evaluasi dan diskusi antara pemerintah pusat dan daerah dalam bidang urusan kominfo (NDI)

 

Sawahlunto- Sebagai tanda diluncurkannya Sistem Informasi Perizinan Berbasis Rakyat Sawahlunto (SIBARO), Wakil Walikota Sawahlunto, H. Ismed, SH, membunyikan sirene  bersama-sama dengan Asdep Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Daerah III Kementerian PAN RB Damayani Tyastianti, MQM dan Kepala Subdit Aplikasi Layanan Publik Kementerian Kominfo, Hafni Septiani Nur Endah (5/12). 

SIBARO adalah aplikasi perizinan terpadu satu pintu yang dimodifikasi dari siCANTIK yang telah dikembangkan oleh kementerian kominfo sejak tahun 2010. SIBARO dapat diakses secara langsung pada alamat sibaro.sawahluntokota.go.id. Bersamaan dengan peluncuran SIBARO, dilaksanakan pula penandatanganan pakta integritas yang diprakarsai oleh KPK sebagai bentuk komitmen bagi pemerintah Sawahlunto untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara mudah, cepat, pasti dan bebas korupsi. (CHA)

 

Jakarta - Dirjen Aptika, Semuel A Pangerapan menyampaikan urgensi satu data untuk peningkatan peran kualitas informasi publik pada Rakernis nasional bidang komunikasi dan informatika yang dilaksanakan oleh Ditjen IKP di Hotel Sahid Jakarta (4/12). Semuel menambahkan program terkait pengelolaan e-Government seperti : pembangunan Palapa Ring,Data Centre Nasional, Aplikasi Generik,Gov Security Network, dan portal nasional. Semua program diatas serangkaian kesatuan dalam rangka integrasi seluruh data pemerintah secara nasional,sehingga kedepannya Smart Government merupakan salah satu pilar penting untuk NKRI.

Diharapkan kepada dinas kominfo di provinsi, kabupaten kota melakukan penguatan kelembagaan dengan peningkatan SDM Aparatur yang handal dan tersertifikasi, sehingga menghilangkan ketergantungan terhadap pihak ke tiga dan mengggencarkan transfer of knowledge diantara ASN. Dalam hal ini, dukugan dari kementrian kominfo berupa penyediaan ekosistem TIK nasional, sistem integrasi (MANTRA), Software Developer  (developing in multi platform), keamanan informasi (SIVION), dan penyederhanaan Bussines Process TIK.

Terakhir, Samuel menghimbau kepada dinas kominfo untuk berkolaborasi dengan OPD untuk membentuk Smart Village, smart government, hingga smart city, pengembangan aplikasi layanan public yang multi platform khusus nya apps mobile, dan privasi data pemerintah dan Negara.(NDI)

 

Jakarta – Direktorat Jendral Aplikasi Informatika (Ditjen APTIKA) menyampaikan dukungan Kementerian Kominfo pada acara Festival Technopreneur Cilikdi Mall CiputraCibubur, Bekasi (2/12). Acara Festival Tecnoppreneur Cilik merupakan ajang anak usia 4 s.d 10 untuk berlomba dalam berkreasi menghasilkan produk game / Permainan Interaktif Elektronik yang diselenggarakan oleh Clevio Coder Camp dengan melibatkan Ditjen Kominfo dimana IGRS (Indonesia Game Rating System) yang acara merupakan implementasi Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 11 tahun  2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektornik acara ini diikuti oleh lebih dari 100 anak dengan lebih dari 100 produk Permainan Interaktif Elektronik yang dipaparkan.

Pada acara ini, Direktur Jenderal Aptikayang diwakili oleh Sekertaris Jendral Aplikasi Infomatika –Mariam F. Barata, menyampaikan dukungan terhadap acara Festival Technopreneur Cilik dimana dengan adanya acara ini berperan meliterasi masykarat terkait teknologi digital serta mendukung Penciptaan Iklim Yang Kondusif industri game, Penciptaan Persepsi Positif Masyarakat Akan Orang Kreatif, Usaha Kreatif, dan Karya Kreatif Lokal.

Melalui Kominfo serta IGRS, diharapkan dapat mendorong penciptaan technopreneur-technopreneur baru dibidang Teknologi digital serta penciptaan persepsi Masyarakat terkait Permainan Interaktif Elektronikdimana Permainan Interaktif Elektronikdapat menjadi media untuk pembelajaran anakdengan melatih logika berpikir, memecahkan permasalahan serta mengambil keputusan. (HBK)

 

My Twitter Updates