Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Tangerang - Bertempat di ruang rapat kantor PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia)  Tim Direktorat Jenderal Aplikasi informatika melaksanakan rapat pencocokan dan penelitian (coklit) perihal klarifikasi  tentang pendapatan yang diterima PANDI dari nama domain tahun 2017 (3/3). 

Dalam peraturan Menteri Komunikasi dan informatika Nomor 10 Tahun 2017  diatur tentang Hak Pengelolaan Nama Domain Indonesia yaitu pendapatan yang berasal dari kegiatan pendaftaran dan/atau penggunaan Nama Domain Tingkat Tinggi Indonesia, penyetoran hak pengelolaan Nama Domain Indonesia, pencocokan dan penelitian untuk keperluan perhitungan besaran pembayaran atas tarif hak Pengelola Nama Domain Indonesia dari Registri Nama Domain Indonesia, serta sanksi yang diatur lebih lanjut dengan peraturan perundangan-undangan. Kegiatan pembinaan dan pengawasan dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika. 

Dilaporkan pendapatan PANDI tahun 2017 terdiri dari iuran domain langsung, iuran domain registrar, dan iuran domain premium sehingga jumlah pendapatan kotor PANDI sebesar Rp. 19.536.292.777 sehingga berdasarkan Permenkominfo Nomor 10 tahun 2017  tersebut maka Ditjen Aptika berhak menarik 5% dari pendapatan kotor yaitu sebesar Rp. 976.814.639 yang nantinya akan disetor ke negara sebagai PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak). (feb)

 

Ciputat - Sebagai kelanjutan program Gerakan Menuju 100 Smartcity, Direktorat e-Government menyelenggarakan Assesment Gerakan Menuju 100 smartcity yang berlangsung selama tiga (3) hari mulai tanggal 5 -  7 Maret 2018 di Pustiknas Ciputat Tangerang Selatan.

Assesment dilakukan terhadap 120 Kota/kabupaten  dari 165 Kota/Kabupaten yang terpilih untuk diundang untuk mengisi form asessment. Pemilihan 165 Kota/kabupaten berdasarkan pada Kemampunan Keuangan Daerah, Tingkat Kinerja Pemerintah dan Pelayanan Publik berbasis TIK, Keikutsertaan pada program Green City, dan Index Kota berkelanjutan (sebagai faktor penimbang).

Acara diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan oleh Direktur e-Government Bapak Firmansyah Lubis bahwa tujuan pelaksanaan assesment ini adalah untuk memilih kota/kabupaten yang akan didampingi untuk menyusun masterplan smartcity. Kegiatan assesment dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Teknologi Bapak Herry Abdul Aziz yang sambutan pembukaannya disampaikan bahwa adanya keharusan untuk berkolaborasi pelaksanaan smartcity antar Instansi begitu juga dengan pelaksanaan smartcity di daerah bukan hanya tugas Dinas Kominfo akan tetapi melibatkan seluruh SKPD.

Sebelum assesment dimulai diadakan diskusi panel tentang program-program Pendukung Smartcity di Indonesia dengan narasumber yang berasal dari Kemenkoperekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PUPR.  

Pelaksanaan assesment melibatkan perwakilan dari instansi pemerintah antara lain Bappenas, Kemenko Perekonomian, Kantor Staf Presiden (KSP), KemenPUPR, Kemendagri; akademisi antara lain UI, Perbanas, UGM, ITB; Praktisi IT dari IKTI, City Asia dengan jumlah keseluruhan 38 orang yang akan bertugas sebagai assesor untuk menilai form yang telah diisi oleh masing-masing kota/kabupaten. (NVZ)

 

Sragen - Nasib petani Jawa Tengah kini mulai menemukan harapan baru. Kementerian Kominfo menggandeng pengembang aplikasi Eragano dan menjalin sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sragen dalam menyediakan solusi dari hulu ke hilir untuk Petani Jawa Tengah(27/2) Program ini merupakan bagian dari Program Petani Go Online Kementerian Komunikasi dan Informatika yang diintegrasikan dengan Program Kartu Tani di Jawa Tengah.“Fokus Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika adalah membantu digitalisasi sektor - sektor strategis,  Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah; salah satunya adalah dalam sektor pertanian ini, kemudian yang kedua adalah memajukan industri aplikasi informatika itu sendiri. Dengan kebijakan yang pro terhadap inovasi dan  menciptakan  environment yang kondusif untuk startup agar dapat melahirkan inovasi/ide baru dan membantu bisnis mereka untuk berkembang dan sustain. Contohnya seperti aplikasi karya anak bangsa yaitu Eragano yang bergerak di bidang agritech ini harus kita dorong terus untuk berkembang”, tegas Semuel A Pangerapan, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo.

Melalui sinergi ini, Petani dapat menjual hasil panennya secara langsung kepada industri melalui platform marketplace pada aplikasi eragano. Proses ini akan memotong rantai pasok dan menghubungkan petani langsung dengan industri sehingga meningkatkan posisi tawar Petani dalam penetapan harga atas hasil panennya. Inisiatif ini disambut dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Ada kepastian harga, ada kepastian pasar, kemudian juga ada kepastian jaminan saprodi. Tentunya ini sangat menguntungkan. Peran kita sebagai Pemerintah adalah memediasi, memfasilitasi antara Eragano dengan Petani di wilayah kita. Sebelumnya kita sudah ada, namun lebih pada skala rumah tangga, namun dengan Eragano, kita bisa kirim dengan kapasitas yang lebih besar. Misalnya jagung, harga pasaran Rp2900, Eragano membeli di harga Rp3350, itu sudah diatas harga pasar, saya pikir luar biasa” (Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono).

Sinergi bersama dalam program ini diresmikan dalam kegiatan “Petani Sejahtera melalui Sinergi Kartu Tani dan Petani Go Online Bersama Eragano” pada 23/02/2018 di Desa Jambeyan Kabupaten Sragen. “Jawa Tengah merupakan salah satu Provinsi penghasil jagung tertinggi di Indonesia dengan potensi luas lahan sekitar 500.000 hingga 600.000 hektar, dengan rata-rata produktivitas 5 ton/ha. Namun, PETANI Jawa Tengah masih kesulitan mendapatkan akses pembiayaan dan tingkat produktivitas yang belum maksimal. Harapan kami, kami dapat meningkatkan produktivitasnya menjadi minimal 7 ton per ha, dan melalui sinergi bersama ini, kami menargetkan untuk musim pertama di Jawa Tengah kami dapat menjangkau Grobogan, Sragen dan Banyumas sekitar 25.000 ha” Tegas Stephanie Jesselyn, CEO dari Eragano.

Dalam menyediakan solusi dari hulu ke hilir, terdapat berbagai layanan lain yang ditawarkan untuk PETANI Jawa Tengah, seperti pendataan lahan petani secara digital melalui Geo Tagging, platform digital seleksi dan profiling petani, serta training budidaya dan tanya jawab dengan ahli pertanian Eragano. Solusi digital ini diharapkan dapat menjawab permasalahan yang selama ini dialami PETANI di Jawa Tengah. “Harapan kami dengan adanya industri TIK sektor pertanian, khususnya Eragano, dapat memberikan solusi kepada petani untuk mendapatkan harga sesuai dengan hasil kerja petani”tegas Septriana Tangkary, Direktur Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo. Kolaborasi di antara Kementerian Kominfo, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pengembang seperti Eragano ini sangat dibutuhkan dan diharapkan akan membawa dampak positif bagi pertanian di Jawa Tengah.(son)

 

 

Bali - Menteri kominfo, Rudiantara,  membuka rapat kerja Gerakan Nasional GN 1000 Startup di Bali. Acara yang berlangsung 1-2 Maret memiliki nilai strategis dalam semakin mendorong ekosistem digital nasional ke depan dari sisi gerakan di masyarakat dan kawulo mudo yang ingin memulai (entry) startup, from zero hero dengan mengikis entry barrier individu untuk menuju startup unģgulan. Dalam Raker di ke{m}bali hadir coworking space bersama dengan partner lokal yg terlibat di 10 kota.

Untuk memperkuat pengembangan ekosistem startup digital, inovasi, dan kreatif terutama di Bali, hari ini telah dibuka "KEMBALI" Innovation Hub yang diresmikan oleh Bapak Rudiantara . Tujuannya adalah untuk dapat menjadi pusat kolaborasi dan kreasi di Bali. Adapun tujuan penting lainnya antaralain :

  1. Visi besar Dari 1000 startup adalah menjadikan Indonesia sbg pemain yg diperhitungkan secara global (global contender) di ekosistem digital
  2. Tujuan dari raker 2018 ini adalah untuk menyamakan objective program 1000 startup, dimulai dari ekspektasi yang ingin dicapai di 2018 kemudian partner lokal akan set objective berdasarkan ekspektasi dari kominfo
  3. Ekspektasi dari Kominfo di 2018 adalah bagaimana agar program 1000 startup dapat selaras dengan program prioritas yg ada di Kominfo c.q Ditjen Aptika (literasi digital, 100 smart city, digitalisasi sektor strategis)
  4. Terkait digitalisasi sektor strategis, bagaimana agar program 1000 startup bisa menghasilkan solusi digital di 7 sektor prioritas : pertanian, logistik, pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, finansial inklusi, pariwisata

Nantinya di setiap kota bisa fokus di sektor tertentu berdasarkan keunikan dan ciri khas tiap kota. Hal yang perlu diperhatikan juga adalah bagimana hasil dari 1000 startup bisa ber-impact langsung terhadap masyarakat luas. Raker GN 100 maka merumuskan 4 objective yg akan di brainstorm lagi untuk dilakukan di tahun 2018 : Mengidentifikasi sektor unggulan tiap kota; Menyiapkan ekosistem pendukung untuk sektor pilihan; Meningkatkan audience dan menjadikan mereka untuk mengikuti proses sesuai standar di setiap tahapan; dan Menyiapkan standar proses tiap tahapan 1000 startup. (son)

 

Ciputat - Dalam rangka mendukung pelaksanaan Peraturan Presiden No. 91 tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 138 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan PTSP Daerah, Direktorat e-Government mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pemanfaatan aplikasi perijinan online SiCantik yang berlangsung selama 3 hari, 26-28 Februari 2018 di Pustiknas, Ciputat.

Pelaksanaan Bimbingan Teknis tahap pertama di tahun 2018 peserta bimbingan teknis yang diundang antara lain Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Agam, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Pemerintah Kota Payakumbuh, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Pemerintah Kota Solok. 

Kegiatan bimtek diawali dengan sambutan dan arahan Direktur e-Government Bapak Firmasyah Lubis, dilanjutkan dengan paparan narasumber yaitu Bapak Wuryono Prakoso dari Unit Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi, KPK yang menyampaikan tentang Penyelenggaraan Pelayanan Perijinan yang Akuntabel dan Bebas Korupsi, dan Bapak Yudia Ramli Kasubdit Fasilitasi Pelayanan Umum Kemendagri dengan judul materi Implementasi Permendagri No. 138 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan PTSP Daerah serta tanya jawab tentang pelaksanaan perijanan online.

Materi bimtek antara lain tentang pengenalan fitur-fitur aplikasi, proses bisnis serta simulasi pembuatan perijinan oleh tiap-tiap instansi. Aplikasi SiCantik v.5 atau cloud ini merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya  dengan keunggulan, antara lain: satu sistem dapat digunakan oleh banyak instansi, dapat mengakomodir berbagai jenis perijinan dengan aturan yang berbeda, alur proses yang flexibel dan performa yang tetap terjaga, serta dapat berbagi pakai data dengan sistem yang lain, dan dipersiapkan untuk penggunaan tandatangan digital.

Untuk pemanfaatan aplikasi Perijinan Online Sicantik dapat menghubungi Direktorat e-Government telepon/fax 021-3849366. (NVZ)

 

My Twitter Updates