Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Jakarta - Kementerian komunikasi dan informatika, Ditjen Aptika, melalui direktorat e-Bussiness mengadakan rapat pembahasan tata cara kerja tim panel White list di Milenium Sirih (11/10). System DNS whitelist nusantara tersebut akan melindungi masyarakat khususnya bagi pelajar di tingkat SD, SMP, SMA dan para santri dari konten negatif serta mencegah akses situs eksternal yang dianggap tidak dapat dipercaya dengan menyediakan rekomendasi situs-situs positif. System White list menuju internet  sehingga dapat memperoleh wawasan yang cerdas, kreatif dan produktif.
Dirjen Aptika, Semuel A Pangerapan  menyampaikan bahwa saat ini banyak situs yang mengandung unsur pornografi, perjudian dan pasar gelap  yang jumlahnya sudah mencapai milyaran di internet, akan tetapi data yang telah ada di kominfo baru kurang lebih 700.000,- sehingga saat ini perlu di dilakukan crawling system. Semuel menambahkan Kemenkominfo melalui Ditjen Aptika bisa membantu mengadakan alat Crawling system tersebut yang mana akan memberikan kemudahan dalam memilah dalam menentukan konten positif yang akan ditentukan oleh tim panel whitelist nantinya.

Adapun kriteria data yang dapat dimasukkan kedalam panel white list adalah nama domain yang mewakili situs internet harus bernilai positif atau mengandung unsur pendidikan bagi pengguna internet sesuai dengan kategori yang ditetapkan, tanpa ada satupun kandungan/konten negatif di dalam nya.

Tim Panel terdiri dari  : Dirjen Aptika, Direktur e-Bussiness, PANDI, NAWALA, FTII,kakatu, ID-COP, MUI, Praktisi,Digicop, Kemenag, PB NU, ICMI, serta dari perwakilan dari Kemensos yang menjadi tim panel dalam program System DNS Whitelist Nusantara. Melalui Forum panel melalui rapat panel melakukan kajian berupa penambahan atau pengurangan dan pemilahan/pengkategorian terhadap data yang diberikan oleh tim pengesah data.Kajian dan pemilahan/pengkategorian tersebut dapat didahului oleh proses komunikasi panelis melalui aplikasi online. Hasil tersebut diatas yang akan menjadi data valid yang akan menjadi basis data bagi DNS whitelist.(NDI)

Jakarta – Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika kembali mengadakan sosialisasi IGRS  di acara Pizza Party, “Kumpul Sharing Dan Makan Bareng + Pembelajaran singkat tentang Indonesia Game Rating Sistem di Kantor LYTO, Jakarta (07/10).  Pada acara ini Kemkominfo yang diwakili oleh Ibu Septriana Tangkary, Direktur Pemberdayaan Industri Informatika membuka acara dan menyampaikan Peraturan Menteri Kominfo No.11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik / Indonesia Game Rating System (IGRS). IGRS diharapkan dapat memberikan panduan bagi masyarakat dan pelaku industri tetang kesesuaian konten dengan aturan serta nilai-nilai budaya Indonesia dan dapat mengedukasi terutama pentingnya kecocokan usia dan jenis games yang dimainkan.

Pada acara yang dihadiri lebih dari 50 peserta ini dikupas terkait IGRS dari mulai kategori yang terdapat di IGRS, Klasifikasi IGRS, demo dalam melakukan pendaftaran sampai Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik di IGRS serta pemaparan dari publisher lokal - PT Galactic Multimedia (Oomph). Pada acara ini Developer Games dihimbau untuk mendaftarkan Permainan Interaktif Elektronik atau Game ke website http://www.igrs.id. Karena hadirnya IGRS diharapkan dapat mendukung Penciptaan Iklim Yang Kondusif industri game, Penciptaan Persepsi Positif Masyarakat Akan Orang Kreatif, Usaha Kreatif, dan Karya Kreatif Lokal serta Keberpihakan Pasar Lokal Pada Industri dan Karya Kreatif Lokal.

Di acara pizza party juga diberikan update subtansi dan teknis terkait Indonesia Game Rating System kepada Game Developer Jakarta serta Publisher, diharapkan Game Developer Jakarta dapat memahami IGRS dan mengklasifikasi permainan interaktif elektronik di IGRS.ID.(HBK)

 

Jakarta - Kementrian komunikasi dan informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi informatika mendapat kunjungan dari kampus IPDN Cilandak, Jakarta yang menyelenggarakan program studi S1 ilmu pemerintahan (3/10). Bertempat  di Ruang Rapat Alimoertopo Lantai 3, gedung utama kementrian kominfo rombongan 25 orang Praja  di terima oleh Kasubdit Tekhnologi Infrastruktur, Direktorat e-Government, Bambang Dwi Anggono, S.Sos, MTI. Kedatangan mereka kali ini dalam rangka pelaksanaan studi perspektif, tentang sistem teknologi dan informasi pemerintahan, yang didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah dan pembimbing nya DR. Ahmad Averus Toana, M.Si.

Hal ini merupakan pembelajaran awal bagi Praja IPDN dalam memadukan ilmu pemerintahan dan tekhnologi  informasi, sehingga pelaksanaan e-goverment dapat berjalan dengan baik, mengingat mereka merupakan kader dari Kementerian Dalam Negeri dalam menjalankan roda pemerintahan daerah nantinya.

Averus berharap nantinya ada kerjasama dengan Program Profesi Pamong Praja dalam memberikan masukan dan pendampingan mengenai sistem tekhnologi dan informasi pemerintahan dari Kominfo di kampus IPDN, terutama tentang pelaksanaan pemerintahan daerah yang dipadukan dengan penggunaan TIK sesuai dengan amanat dari Permenkominfo No. 14/2016 dan 15/2016 tentang pembentukan Dinas Kominfo di Pemerintah Daerah Provinsi Kabupaten dan Kota. Menanggapi hal tersebut Bambang menyarankan MOU antara IPDN dengan kementerian Kominfo, sehingga Direktorat E-Government dapat menindaklanjuti dengan Perjanjian kerja sama (PKS) untuk pendampingan dan masukan tentang kurikulum Sistem Tekonologi dan Infromasi Pemerintahan (NDI)

 

Gresik – Pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan Masterplan Smartcity Kabupaten Gresik telah memasuki tahap ke 3. Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 28-29 September 2017 bertempat di Ruang Rapat Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik (29/9). Bimtek yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gresik Bapak Budi Raharjo, SH. Direktorat e-Government menugaskan Bapak HaryaWidiputra dari STMIK Perbanas selaku pembimbing dan Nova Zanda dalam bimbingan teknis penyusunan masterplan smartcity.

Dalam draft masterplan smartcity telah disusun quickwin untuk masing-masing pilar, adapun program quickwin yang akan dilaksanakan di tahun 2017 antara lain Sibling, Dr. Kepo, Posyando Go, Ases (Aplikasi Sedot Tinja). Adapun beberapa program tersebut ada yang telah dilaksanakan ditahun 2017 dan akan ditingkatkan pemanfaatannya seperti Dr. Kepo yaitu aplikasi berbasis android untuk pelayanan kependudukan .#gerakan100smartcity. (NVZ)

 

Jakarta, Kominfo – Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan menyampaikan kompetisi Kompetisi Hackathon Online Digital Challenge 2017 diharapkan dapat menghasilkan suatu nilai tambah dan solusi dalam pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang. “Ini adalah suatu kemajuan, saya lihat tadi peserta sudah sinkron dengan apa yang kita inginkan. Diharapkan kita bisa memberi nilai tambah, solusi bagi kelancaran pelaksanaan Asian Games,” katanya dalam sambutan Final Judging Digital Challenge 2017 di Ruang Anantakupa Kemkominfo, Kamis (28/09/2017).

Kompetisi itu merupakan kerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Ericsson dan INASGOC (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee). Final Judging merupakan tahapan terakhir Kompetisi Hackathon Online Digital Challenge 2017 yang telah berlangsung sejak Agustus lalu. Kompetisi yang diikuti oleh para pegiat aplikasi lokal itu menjaring pengembangan aplikasi mobile yang dapat digunakan saat perhelatan Asian Games 2018 mendatang.

Lebih lanjut Dirjen Aptika menyampaikan bahwa kompetisi ini dapat menjadi batu loncatan dalam upaya Kemkominfo mengembangkan bidang internet of things (IoT). “Ini bisa jadi batu loncatan untuk kerjasama selanjutnya, karena kami di Kemkominfo juga sedang menekuni bidang IoT. Memang ke depannya kita lihat IoT akan mengambil peran yang banyak di masyarakat,” tuturnya.Peserta Terpilih

Terdapat 6 peserta terpilih yang lolos hingga ke tahap final, yang masing-masing terdiri dari tiga peserta untuk kategori Smart City Digital Services dan tiga peserta dalam kategori Sport Digital Experience. Peserta dalam kategori Smart City Digital Services adalah I Wayan Dharmana dan Adithya Harun Tular dengan aplikasi Games Connect yang merupakan one-stop application yang memberikan layanan informasi jadwal pertandingan, video on-demand, sekaligus memfasilitasi pembelian tiket; Rendy Ariawindana dengan aplikasi Tracking Smart Police yang memudahkan pengguna melaporkan kejadian kriminal dan mendapat respon yang cepat dari petugas di lokasi terdekat; serta Ryan Agus Setiawan dengan aplikasi KLOP yang menghubungkan pengunjung dengan informasi dan layanan sesuai dengan tempat dan pertandingan yang didatangi.

Sementara untuk kategori Sport Digital Experience, terdapat peserta Najib Abdillah dengan aplikasi JKTPLM 2018 yang memudahkan pengguna mengakses jadwal pertandingan dan skor terkini pertandingan, Arthdi Putra dan Adetya Dyas Saputra dengan aplikasi Azams: Asian Games 2018 yang memudahkan supporter tim negara lain mendapat informasi terkait tujuan wisata terdekat, serta Wahyu Muhammad Rizqi dan Ringgit Algifari yang mengusung aplikasi Live BAGAS yang memberi informasi terkait Asian Games 2018 melalui perbincangan di Line. (VY)

dikutip dari : https://kominfo.go.id/content/detail/10756/final-judging-digital-challenge-jaring-solusi-asian-games-2018/0/berita_satker

 

My Twitter Updates


 

0