Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

 

Malang - Menjadi Kota Keempat pelaksanaan diskusi publik UU ITE setelah Makassar, Lombok, dan Semarang, bertempat di Ngalup.co Jalan Sudimoro Perum d’Wiga regency Malang Ditjen Aplikasi Informatika menyelenggarakan Diskusi Publik UU ITE dengan peserta dari aparatur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan komunitas atau pegiat TIK. (24/7/2017).

Diskusi Publik UU ITE tersebut mengangkat  tema “Media Sosial Internet & Pelanggaran Hukum di Dunia Siber Pasca Revisi UU ITE demikian sambutan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika yang diwakili oleh Ibu Septriana Tangkary. Dalam diskusi tersebut menghadirkan narasumber dari Kepolisian Resor Kota Malang, Donny BU (ICT Watch), dan Teguh Arifyadi (Kasubdit Penyidikan dan Penindakan Direktorat Keamanan Informasi Kemkominfo).

Diskusi Publik tersebut membahas ketentuan apa saja yang diubah dan bagaimana dampaknya kepada masyarakat dan juga terhadap penegakan hukum, perubahan dalam UU ITE tersebut diantaranya mengenai pengurangan ancaman hukuman Pasal 45 ayat (3) jo 27 ayat (3) dari 6 tahun menjadi 4 tahun dan Pasal 45B jo Pasal 29 dari 12 tahun menjadi 4 tahun. Sehingga dengan diturunkannya ancaman hukuman tersebut tidak dapat lagi dilakukan penahan dalam proses penanganan perkara kedua pasal yang diubah tersebut. Kementerian kominfo berharap dengan adanya diskusi publik UU ITE di Malang ini, masyarakat Malang menjadi lebih bijak dan positif dalam menggunakan media sosial dan internet.

Sosialisasi Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik didukung oleh Dinas Kominfo Jawa Timur, Dinas Kominfo Kota Malang, Jagoan Hosting, Ngalup.co, dan Pahlawan Digital.(DEN)

 

 

 

 

Jakarta  – Untuk mensukseskan Program Smart City yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika Direktorat E-Government, PT Napindo menggelar IISMEX Expo & Forum Indonesia International Smart City 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta (12/7). Acara tersebut bersifat terbuka untuk umum dan dibebaskan untuk berkeliling melihat pameran berbagai bentuk inovasi teknologi ramah lingkungan terbaru.

Selain itu, pengunjung juga  dibekali pengetahuan lebih dalam mengenai Indonesia Smart City melalui diskusi panel bersama dengan Firmansyah Lubis (Direktur E-Government Kementerian Komunikasi dan Informatika RI), Eko Budi Matari (Kementerian PU dan PR), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Asian Development Bank, dan Sacar.Acara ini tentu saja selaras dengan program pemerintah terbaru yaitu Gerakan Menuju 100 Smart City dengan tahap awal dimulai dengan 25 Kota/Kabupaten. Melalui acara ini, seluruh masyarakat dapat bersinergi bersama menyukseskan program Indonesia Smart City.

Direktur E-Government Kemkominfo RI, Firmansyah Lubis, menjelaskan bahwa peran pemerintah di sini adalah memfasilitasi serta membimbing tiap-tiap kota/kabupaten untuk mewujudkan Smart City sesuai dengan kebutuhan daerahnya. Pemerintah menyediakan para tenaga ahli untuk mendampingi penyusunan Masterplan Smart City.

Firmansyah Lubis menambahkan bahwa adanya konsep Smart City diharapkan dapat menciptakan komunikasi yang terintegrasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Dimulai dari program Smart City, pemerintah mulai meningkatkan diskusi dengan pihak-pihak terkait agar tercapai kesepahaman antara seluruh elemen di negeri ini.(NAB)

Bojonegoro – Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, melalui Direktorat e-Government, memberikan pendampingan kepada Kabupaten Bojonegoro yang terpilih sebagai salah satu kabupaten dari 25 kabupaten/kota yang didampingi dalam pengembangan menuju Smart City.Pendampingan teknis ini dilakukan selama dua hari pada Senin (17/7) dan Rabu (18/7) di Partnership Room, Lantai 4 Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan dihadiri oleh perwakilan seluruh SKPD, LSM, bank nasional, dan bank daerah.

Acara dibuka oleh pemberian kata sambutan dari Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur P, yang mengutarakan bahwa pengembangan smart city di Bojonegoro akan melibatkan 4 pemangku kepentingan yang saling terhubung, yaitu pemerintah, pengusaha, akademisi, dan LSM. Ia juga menambahkan Implementasi IT di Bojonegoro sudah dilakukan di beberapa organisasi perangkat daerah antara lain Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan dan Dinas Koperasi dan UKM serta sektor lainnya.

Sementara itu, Hari Kusdaryanto, salah satu Tim Pendamping Smart City dari Ditjen Aptika, mengungkapkan bahwa pada tahun 2017 ini terpilih 25 Kabupaten dan Kota yang akan di dampingi menuju 100 kabupaten/kota smart city di Indonesia, termasuk Kabupaten Bojonegoro. Pria jebolan Unair ini juga menekankan Smart city itu bukan hanya sekadar teknologi informasi dan aplikasi, tapi smart city itu memprioritaskan penuntasan permasalahan. Dipilihnya Kabupaten Bojonegoro karena berdasarkan dari beberapa indikasi salah satunya kabupaten ini dinilai positif dalam pengembangan TI dan lain sebagainya yang menuju ke arah smat city di Indonesia

Bupati Bojonegoro pun memberikan sambutan dan arahan yang dibacakan oleh Asisten II Pemkab Bojonegoro, Yayan Rohman, yang menyampaikan, “Terpilihnya Kabupaten Bojonegoro ini merupakan suatu tantangan dan kebanggaan bagi Kabupaten Bojonegoro. Apalagi jika ditilik dari sejarah panjang Kabupaten Bojonegoro, dimana hidup di daerah ini kemiskinan adalah bagian hidup.”  Ia pun menegaskan  bahwa Smart City di Kabupaten Bojonegoro ini akan fokus pada pengembangan dan strategi apa yang akan dilakukan. Apalagi Bojonegoro telah memiliki 5 rencana aksi antaralain revolusi data, open data kontrak, peningkatan kualitas layanan publik, serta peningkatan kapabilitas desa dan tata kelola keuangan. (SYA)

Jakarta  - Mewujudkan Smart City tidaklah harus mahal, ungkap Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas yang menjadi salah satu panelis dalam acara IISMEX Expo & Forum Indonesia International Smart City 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta (12/7).  Dengan adanya konsep Smart City yang ditawarkan oleh pemerintah, Azwar Anas memberikan tips untuk seluruh daerah lain di Indonesia yang ingin menerapkan Smart City di Kota/Kabupatennya. Mewujudkan Smart City tidaklah mahal, tidak harus ada pengadaan komputer, tidak harus pengadaan guru, tidak harus melulu undang narasumber dari Jakarta.

Staregi Banyuwangi yang sudah terkenal menerapkan konsep Smart City, terutama pada sektor pariwisatanya hingga ke kancah Internasional menurut Bupati  "Gunakan guru-guru SMA/K dan jurusan-jurusan TI untuk optimalisasi menggunakan apa yang ada di sekitar kita.” Demikian ujar Bupati Banyuwangi yang akrab disapa Pak Anas ini.

Optimalisasi sumber daya yang ada diharapkan dapat menciptakan integritas harmonisasi dimulai dari daerah itu sendiri. Sehingga daerah-daerah lain tidak perlu khawatir dengan dana APBD yang tidak mencukupi karena mewujudkan Smart City dimulai dari pemerintah, warga, dan lingkungan yang Smart. (MEL)

MAROS, SULAWESI SELATAN – Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika melalui program ekonomi kerakyatan berkerja sama dengan Direktorat Pemberdayaan Informatika, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan ARUNA dalam mendukung Nelayan Go Online, Kantor Pemda Maros, Rabu 19 Juli 2017 Sulawesi Selatan.

Kemkominfo diwakili oleh Bapak Wijayanto, Kasubdit Industri Perangkat Informatika Pengguna - Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika menyampaikan dukungan Pemerintah dalam meningkatkan perekonomian Nelayan melalui Go Online dan Bapak Nizam, Kasubdit Pemberdayaan Teknologi dan Infrastruktur Informatika - Direktorat Pemberdayaan Informatika memberikan edukasi kepada Nelayan dalam memanfaatkan dan menggunakan Teknologi Informasi dalam mendukung aktifitas Nelayan.

Pada kesempatan ini KKP memberikan penyuluhan kepada Nelayan Aplikasi Nelayan Pintar yang dapat memberikan berbagai informasi seperti pencarian ikan, cuaca, harga ikan diberbagai lokasi dan ARUNA dengan Aplikasi yang dapat memberikan dukungan terkait supply chain ikan, hal ini diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan perekonomian Nelayan.

Dengan adanya teknologi informasi diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan di sektor perikanan dan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan Nelayan. (HBK)

 

My Twitter Updates


 

0