Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Batang - Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, melalui Direktorat e-Government, memberikan pendampingan kepada Kabupaten Batang yang terpilih sebagai salah satu kabupaten dari 50 kabupaten/kota yang didampingi dalam pengembangan kota/kabupaten menuju Smart City. (16/7). 

Walikota Batang,Wiaji, S.Ag, M.Pd, berkeinginan agar fokus Smart City untuk  metingkatkan penaikan pendapatan dan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Batang, dimana PAD Batang termasuk 3 terendah di Jawa Tengah. Kabupaten Batang concern dalam pemberantasan korupsi dan pungli sehingga penggunaan anggaran dapat dipantau masyarakat secara transparan.  Saat ini Batang telah mempunyai ruang Command center,  sehingga memungkinkan mengembangkan e-Pajak, e-Parkir ataupun retribusi elektronik.

Bimtek / Pendampingan teknis smart City ini dilakukan selama dua hari 16-17 Juli 2018 bertempat di Aula Serbaguna Balai Kabupaten Batang dan dihadiri oleh perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), LSM, bank nasional, dan perguruan tinggi di lingkungan Kota Batang.

Sesuai dengan MoU Smart City maka Direktorat Jenderal Aptika memfasilitasi kegiatan Bimtek tahap 1 dengan mengirimkan pembimbing Ir. Windy Gambeta dari ITB dan pendamping Meilawaty  dari Direktorat e-Government yang akan menyusun buku I Masterplan Smart City Kabupaten Batang. (mow)

 

Banjarmasin - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, memberikan arahan kepada jajarannya terkait keinginan agar Kota Banjarmasin dapat menjadi River Smart City, di mana pengembangan kota kembali melihat sungai menjadi bagian utamanya. Ibnu juga mengingatkan akan pentingnya peningkatan pelayanan publik dan reformasi birokrasi dalam Implementasi Smart City di Kota Banjarmasin. (4/7)

Bertempat di Aula Serbaguna Balai Kota Banjarmasin diselenggarakan rangkaian kegiatan Bimtek dalam Rangka Menuju 100 Smart City di Kota Banjarmasin, Tim Pembimbing dari Diraktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Nicodemus Simu, mengumpulkan data-data menggunakan Analisa SWOT dan program-program prioritas dari setiap kelompok kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Banjarmasin. Dengan membagi para peserta, yang terdiri dari perwakilan setiap OPD, menjadi 6 (enam) kelompok kecil yang setiap kelompoknya akan membahas 6 pilar Smart City, yaitu: Smart Governance, Smart Branding, Smart  Living, Smart Society, Smart Economy, dan Smart Environment.

Arah pengembangan Smart City Kota Banjarmasin akan berpatokan pada arahan Wali Kota Banjarmasin di pembukaan bimtek lalu, yaitu River Smart City, di mana sungai akan menjadi pusat pengembangan kota pada masa depan. Berangkat dari hal itu, maka para peserta mulai mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang , dan ancaman yang mungkin timbul dalam implementasi Smart City. Program River Smart City pun disepakati akan menjadi salah satu program yang diajukan kepada Tim Perumus Smart City Kota Banjarmasin. Selain program ini, ada juga program e-Puskesmas, Peningkatan Layanan Publik, dan Reformasi Birokrasi yang akan dipertimbangkan menjadi Quick wins Kota Banjarmasin (SYA).

 

Palembang -  Kota Palembang ditengah persiapan menghadapi perlehatan akbar yang berskala internasional, ASEAN Games ke 18, secara bertahap mulai menyusun Masterplan smart city kegiatan Gerakan Menuju 100 smart city tahun 2018 bertempat di Kantor Pemerintah Kota Palembang pada tanggal 11-12 Juli 2018.

Direktorat e-Government sebagaimana telah tertuang dalam Nota Kesepahaman yang telah tandatangani oleh Kepala Daerah dengan Dirjen Aptika pada tanggal 8 Mei 2018 di Jakarta yang lalu mengirimkan pembimbing Hari Kusdaryanto – City Asia ,dan didampingi Nova Zanda – Direktorat e-Government. Bimtek di awali dengan laporan dari Sekretaris Dinas Kominfo, dan dilanjutkan arahan dan pembukaan resmi oleh Asisten III Pemerintah Kota Palembang. Kegiatan diskusi untuk menyusun buku I Masterplan yang berisi data tentang analisa SWOT Kota Palembang. (NVZ)

 

Banjarmasin – Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, melalui Direktorat e-Government, memberikan pendampingan kepada Kota Banjarmasin yang terpilih sebagai salah satu kabupaten dari 50 kabupaten/kota yang didampingi dalam pengembangan kota/kabupaten menuju Smart City. (3/7)

Pendampingan teknis ini dilakukan selama dua hari 3-4 Juli 2018 bertempat di Aula Serbaguna Balai Kota Banjarmasin dan dihadiri oleh perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), LSM, bank nasional, dan perguruan tinggi di lingkungan Kota Banjarmasin.

Acara dibuka oleh pemberian kata sambutan dari Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Banjarmasin, Hermansyah, yang mengutarakan bahwa pengembangan smart city di Kota Banjarmasin akan melibatkan seluruh  pemangku kepentingan yang saling terhubung, yaitu pemerintah, pengusaha, akademisi, dan LSM. 

Sementara itu, Nicodemus Setu, yang merupakan Pendamping Smart City dari Ditjen Aptika, mengungkapkan bahwa pada tahun 2018 ini terpilih 50 Kabupaten dan Kota yang akan di dampingi menuju 100 kabupaten/kota smart city di Indonesia, termasuk Kota Banjarmasin. Pria yang mengajar di Perbanas ini juga menekankan Smart city itu bukan hanya sekadar teknologi informasi dan aplikasi, tapi smart city itu memprioritaskan penuntasan permasalahan. (SYA)

 

Sekayu - Direktorat e-Government kembali mengadakan Bimtek penyusunan masterplan Smartcity dan quickwin. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Gerakan Menuju 100 smartcity tahun 2019 yang telah memilih 50 Kota/Kabupaten untuk dijadikan model penerapan smartcity. Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melaksanakan Bimtek I bertempat di Ruang Command Center di Kantor Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin  (9/7).

My Twitter Updates