Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Badung – Setelah sukses menjadi salah satu dari 25 Kota/Kabupaten terpilih dalam Gerakan Menuju 100 Smart City tahun ini,Kabupaten Badung mendapatkan Bimbingan Teknis yang difasilitasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesiadi Kantor Bappeda, Puspem Badung(25/07). Bimbingan Teknis tahap 1 tersebut menghasilkan rumusan masterplan dan quick win yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dibimbing oleh Dana Indra Sensuse, Kabupaten Badung telah berhasil merumuskan Quick Win yang dikategorikan ke dalam 6 kelompok, yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Living, Smart Environment, dan Smart Society.

Dirumuskannya Smart Society didasari oleh tujuan Kabupaten Badung yaitu pembangunan yang diprioritaskan pada pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan lapangan pekerjaan untuk menyerap tenaga kerja masyarakat Badung.

Adapun rencana dalam Quick Win kelompok Smart Society Kabupaten Badung sendiri adalah E-Learning (Tutorial Online Siswa SD dengan Guru). E-Learning ini dianggap perlu karena siswa dapat belajar dengan melalui fitur - fitur kreatif sehingga siswa tidak cepat bosan dan  kegiatan belajar menjadi menyenangkan serta materi pelajaran mudah dipahami.

E-Learning ini dirumuskan dengan harapan adanya peningkatan terhadap mutu pendidikan, karena siswa yang bersangkutan dianggap dapat lebih mandiri dan rajin membuka e-learning sendiri sehingga ilmu dan wawasan yang didapatpun semakin banyak.(NAB)

 

 

 

 

 

Samarinda –  Kementerian Kominfo bersama dengan Diskominfo Samarinda menggelar Bimtek penyusunan master-plan dan quick win Gerakan Menuju 100 Smart City di ruang utama Balai Kota Samarinda. (19/07/2017). Bimtek dinilai menjadi salah satu upaya memantapkan Samarinda menjadi salah satu Smart City di Indonesia. Bimbingan Teknis tahap 1 tersebut dibimbing oleh Dedy Sushandoyo (ITB) dan Mellawati S.Kom, CISA selaku perwakilan dari Direktorat E-Government.

Pelaksanaan program Gerakan Menuju 100 Smart City, khususnya di Samarinda, dimulai dengan menyiapkan layanan publik digital secara bertahap terang Kepala Diskominfo Samarinda, Dr. Aji Syarif Hidayatullah. Kadiskominfo berpendapat bahwa dalam membangun Samarinda Smart City tidak bisa hanya dinas Kominfo, perlu kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot serta stakeholder lainnya, seperti praktisi, akademisi, dan dunia usaha. Untuk menuju Smart City diperlukan adanya panduan agar pembangunan terencana dan tepat sasaran. Sebagai panduan, perlu disusun masterplan yang selanjutnya akan diturunkan pada rencana kerja dalam roadmap Smart City. Kemudian  konsep Smart City perlu dieksekusi dalam bentuk quick win. Jadi, masyarakat dapat segera menikmati hasil pengembangan Samarinda Smart City.

Seusai penyampaian materi, tim pembimbing dan tim teknis Smart City beserta Diskominfo Samarinda bertemu dengan Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail, di ruang rapatnya untuk memperkenalkan anggota tim sekaligus berdiskusi seputar progres kegiatan. Selain itu, audiensi bertujuan menyerap masukan dalam penyusunan masterplan dan quick win menuju Samarinda Smart City. Dalam kesempatan yang sama, Nusyirwan menyampaikan apresiasi terhadap pembimbing dan Kemkominfo RI atas bantuan dalam menyusun masterplan dan roadmap Kota Samarinda. Ia pun berpesan agar penanganan banjir mendapat perhatian dalam perencanaan Smart City, seperti pemanfaatan remote sensing untuk pemantauan banjir yang terintegrasi dengan Command Center sehingga penanganan banjir dapat efektif. (NAB)

 

 

 

Sukabumi - Pada Rabu (26/7) telah dilaksanakan lanjutan Bimbingan Teknis perdana dalam Rangka Menuju 100 Smart City di Kota Sukabumi. Tim Pembimbing dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Nicodemus Setu, membahas Analisa SWOT dari kondisi terkini Kota Sukabumi dan penentuan Program Quickwin Kota Sukabumi.

Dalam bimtek hari kedua ini, Nicodemus mulai membagi Tim Pelaksana Teknis Smart City Kota Sukabumi menjadi lima kelompok untuk membahas Framework for Smart City Readiness, yaitu: Nature, Structure, Infrastructure, Superstructure, dan Culture. Kelima kelompok tersebut akan menganalisa potensi-potensi yang dimiliki Kota Sukabumi agar lebih dimaksimalkan lewat program yang telah dan akan diselenggarakan.

Dimensi Nature membahas sumber daya yang telah ada termasuk di dalamnya, SDA, kehidupan, dan ekosistem. Sementara itu Dimensi Structure menitikberatkan pada kesiapan SDM, kemampuan birokrasi, dan anggaran. Selanjutnya Dimensi Infrastructure melingkupi kesiapan infrastruktur fisik, TIK, dan social. Permasalahan kesiapan kebijakan, kelembagaan, dan pelaksanaan menjadi bagian dari Dimensi Superstructure. Sedangkan dimensi terakhir, Cultur, mencakup kesiapan masyarakat, termasuk di dalamnya tradisi, inovasi, dan  interaksi

Dari hasil analisa setiap kelompok, maka didapati satu program yang rencananya akan dijadikan Program Quick Win Kota Sukabumi, yaitu Program Dana Bergulir untuk UMKM, di mana Pemkot Sukabumi akan menyubsidi pinjaman yang diberikan BPR kepada UMKM. Pihak pemerintah daerah telah memiliki daftar UMKM binaan yang kemudian akan diajukan kepada BPR untuk mendapatkan pinjaman berbunga rendah. Proses penentuan/seleksi akan dilakukan oleh pihak bank tanpa campur tangan pemerintah. Prosentase persetujuan dari pihak BPR terhadap daftar UMKM yang diajukan Pemkot Sukabumi menyentuh angka lebih dari 90 %.(SYA)

Jakarta - Setelah melewati tahap Ignition dan Workshop, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Gelombang Kedua untuk Kota Jakarta kini 132 peserta melaksanakan  Hacksprint pada 29-30 Juli 2017, di Auditorium Anantakupa, Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.(30/7) Hacksprint adalah tahap ketiga dari rangkaian program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Metode Hacksprint merupakan generasi baru dari hackathon yang dikemas lebih terstruktur dan terarah dengan menggunakan metode design sprint. Pada fase ini, setiap tim yang terdiri atas 3-5 orang akan membuat purwarupa atau prototipe dari produk yang ingin mereka ciptakan.

Hacksprint Jakarta kali ini dibuka dengan kata sambutan dari Ibu Septriana Tangkary, Direktorat Pemberdayaan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Hadir pula Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, untuk meresmikan Hacksprint Jakarta. Septry menyampaikan tentang Gerakan Nasional 1000 Startup Digital,  Sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020 dengan mendirikan 1000 startup yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. Gerakan ini berlangsung di 10 kota Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Malang, Pontianak, Makassar, Medan dan Denpasar.

Pada hari pertama Hacksprint, para peserta menjalani proses design sprint sebelum melanjutkan ke proses pembuatan perangkat purwarupa di hari kedua. Hal ini dilakukan guna melatih peserta untuk memaksimalkan produk yang mereka bangun dengan metode Design Sprint. Hari pertama Hacksprint Jakarta dipimpin oleh Prasetyo Andy Wicaksono, founder dari Code for Indonesia, selaku sprintmaster pada kali ini. Untuk hari kedua, peserta mengikuti sesi pitching dari purwarupa produk yang mereka buat. Pada sesi ini, peserta mempresentasikan ide mereka di depan para juri yang memberikan penilaian objektif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Tahapan Hacksprint ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan yang sesuai dengan fungsi atau tipe tiap anggota tim, yaitu hustler (pebisnis), hacker (pengembang), dan hipster (perancang). 132 peserta Hacksprint Jakarta kali ini terdiri dari 54 orang hustler, 42 orang hacker, dan 36 orang hipster. Harapannya, setelah melalui tahapan ini, peserta dapat memiliki pemahaman lebih jauh tentang cara membangun produk dan pentingnya design sprint sebelum membuat sebuah produk. Setelah Jakarta, kota selanjutnya yang akan melaksanakan tahapan Hacksprint adalah Pontianak. Kota Khatulistiwa ini akan melaksanakan Hacksprint pada 5-6 Agustus 2017. (MOW)

 

 

Sukabumi – Sukabumi bersiap menuju kota cerdas di tahun 2017, demikian pernyataan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Hanafie Zain, pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Menuju 100 Smart City dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informastika Kementerian Kominfo. (26/7). Bertempat di Balai Kota Sukabumi, keluaran dari kegiatan ini adalah tersedianya Masterplan dan program Quickwin Kota Sukabumi pada akhir 2017.

Lebih lanjut Sekda berharap Sukabumi  harus bisa menjadi kota yang nyaman. Artinya, semua warga mendapat kemudahan layanan dari segala aspek. Nanti, warga yang sedang berada di luar daerah bisa dilayani tanpa harus datang ke kantor. Hanafie meminta seluruh instansi mulai dari setingkat dinas hingga kelurahan mempersiapkan berbagai kebutuhan, seperti aplikasi maupun sumber daya manusianya. 

Gabriel M Sukarman, Kadiskominfo Sukabui, mengungkapkan bahwa belum ada satu daerah pun di tanah air yang telah menerapkan Smart City secara holistik, karena ruang lingkup smart city amat luas karena dapat mencakup smart lingkungan, pendidikan, dan kesehatan. Sukabumi akan menyatukan seluruh aplikasi yang ada dan bisa langsung diakses oleh masyarakat. Bukan hanya kegiatan pemerintah yang bisa diakses, tapi juga layanan kepada masyarakat. Peralatan sudah ada tapi nanti kalau semua sudah siap baru dioperasikan,” tambah Gabriel.

Tim pendamping dari Kementerian Kominfo, Nicodemus Simu, menyatakan bahwa ada lima kunci keberhasilan dalam implementasi smart city, yaitu: Daya Dukung, Daya Tarik , Daya Cipta. Daya Ubah, dan Daya Tahan. Ia pun menegaskan bahwa bimbingan teknis tahap pertama ini akan menghasilkan analisa SWOT, visi-misi program prioritas, dan inventarisasi program quick win.(SYA)

My Twitter Updates


 

0