Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Ciputat - Kementerian Kominfo melalui Direktorat e-Government menyelenggarakan evaluasi hasil pelaksanaan Bimtek penyusunan masterplan smartcity yang telah mencapai tahap ke 3 dengan FGD bertema ‘Peluang dan Tantangan Smart City’ di Pusat TIK Nasional Ciputat (17/10). FGD  bertujuan agar 25 kabupaten/kota yang sedang menyusun masterplan dapat saling berbagi informasi dalam penyelesaikan masterplan smartcity. 

Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diani, menyambut kehadiran kepada seluruh peserta dan menyampaikan dikarenakan kegiatan ini diselenggarakan di Kota Tangerang Selatan dan sebagai tuan rumah berkewajiban untuk menyambut kedatangan para peserta di kotanya. Sebagaimana diketahui WaliKota Tangerang Selatan juga selaku Ketua Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) yang terlibat aktif dalam kegiatan smartcity. Sambutan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Direktur e-Government Firmansyah Lubis yang menyampaikan tentang perlunya kolaborasi antar instansi pemerintah, sehingga melalui program smartcity antar daerah dapat saling bekerjasama dalam mendukung pelaksanaannya. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Teknologi Herry Abdul Aziz yang dalam arahanya menyampaikan peran teknologi dalam mendukung pelaksanaan program smartcity. 

Mewakili 25 kabupaten/kota yang hadir, 6 kabupaten/kota yaitu Kota Samarinda, Kabupaten Cirebon, Kota Mimika, Kabupaten Sleman, Kota Tangerang, dan Kota Semarang dipiilh untuk berbagi pengalaman dalam proses penyusunan dokumen masterplan. Walau penerapan smartcity telah masuk dalam RPJMD untuk beberapa kota/kabupaten namun secara umum tiap daerah menyampaikan adanya kesamaan kendala yang dihadapi diawal yaitu menyamakan pemahaman dengan SKPD lainnya tentang konsep smartcity dan kendala penganggaran.  

Berdasarkan hasil paparan keenam kabupaten/kota tersebut bahwa selain komitmen pimpinan daerah, kerjasama dan koordinasi yang baik antar SKPD serta keterlibatan masyarakat yang diwakili oleh akademisi dan komunitas merupakan pendukung terlaksana dan keberlanjutan program smartcity#gerakan100smartcity (NVZ)

 

Jakarta – Direktorat Jendral Aplikasi Informatika menyampaikan dukungan Kementerian Kominfo pada acara Festival Ragnarok 2017 di Mall of Indonesia (10/11). Acara Festival Ragnarok 2017 diselenggarakan oleh Gravindo dengan melibatkan IGRS (Indonesia Game Rating System) yang merupakan implementasi Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 11 tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektornik.

Pada acara ini, Direktur Jenderal Aptika, Samuel Abrijani Pangerapan menyampaikan hadirnya IGRS diharapkan dapat menjadi Panduan bagi penyelenggara dalama membuat game, mendukung Penciptaan Iklim Yang Kondusif industri game, Penciptaan Persepsi Positif Masyarakat Akan Orang Kreatif, Usaha Kreatif, dan Karya Kreatif Lokal, Keberpihakan Pasar Lokal Pada Industri dan Karya Kreatif Lokal dan melindungi Masyarakat dari ketidaksesuaian penggunaan klasifikasi usia pengguna.

Dengan adanya IGRS, diharapkan para Gamers dapat memahami terkait kesesuaian kelompok usia dalam bermain game dimana game memberikan berbagai dampak positif beberapa diantaranya melatih bagaimana menecahkan permasalahan, logika berpikir, mengambil keputusan dan lainnya selama game dimainkan sesuai antara konten dan klasifikasi usia Gamers serta kewajaran waktu dalam memainkan game namun bila ada konten yang tidak sesuai dengan peraturan dan norma hukum yang berlaku serperti halnya game ”Fight of Gods” pada channel distribusi Steam. Game tersebut tidak diperbolehkan beredar di Indonesia.(HBK)

 

Jakarta – Sebagai bentuk apresiasi atas tersusunnya masterplan smartcity Gerakan menuju 100 smartcity tahun 2017, 24 kota / kabupaten terpilih menerima plakat penghargaan atas komitmennya untuk menyelesaikan masterplan smartcity dan penetapan quickwin smartcity (16/11). Malam Award bertempat di Hotel Santika Premiere Jakarta Barat, penghargaan langsung diberikan oleh Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Teten Masduki, yang didampingi Dirjen Aptika Samuel Abrijani Pangerepan, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayan Kementerian PUPR Rido MatariIchwan, dan Sekretaris Jenderal Kemendagri.

24 kota / kabupaten tersebut antara lain Kota Semarang, Kota Samarinda, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Makassar, Kota Tomohon, Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Jambi, Kota Sukabumi, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Palalawan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Badung, Kabupaten Siak, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten  Gresik. (NVZ)

Jakarta - Kementrian komunikasi dan informatika, Ditjen Aptika, mendapat kunjungan dari DPRD Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu (26/10) dalam rangka Konsultasi Komisi 2 dan 3 tentang pelaksanaan e-Government dan masukan mengenai program Dinas Kominfo khususnya dan program Pemerintah Daerah  pada umumnya .  Rombongan dipimpin langsung oleh ketua DPRD, Armansyah dan 20 orang lainnya dari anggota dan pendamping dari Sekretariat dan Dinas Kominfo. Diterima oleh Kabag.  Umum dan Orgnisasi Ditjen Aptika, Siswoko, dan didampingi oleh Kasubdit Tekhnologi Infrastruktur e-Government, Bambang Dwi Anggono, dan Harry Hartono, Kasubdit Peningkatan Kapasitas Tekhnologi Dan Informasi.

Di kabupaten muko-muko sendiri telah mengadopsi secara utuh aplikasi Si-Cantik dari direktorat e-Government, Ditjen Aptika. Dalam kesempatan ini, Dwi Anggono menyampaikan bahwa kedepan nya, investasi di bidang TIK akan di adakan secara nasional dan terintegrasi antar kota/kabupaten seluruh Indonesia sehingga pembangunan lebih lanjut diharapkan lebih intens dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia yang tersertifikasi dalam bidang TIK. Sementara Harry Hartono menyampaikan, bahwa saat ini, Ditjen Aptika melaui Direktorat Pemberdayaan Informatika mempunyai program Edukasi UMKM Go Online dengan menggandeng Pemda dan Market place seperti Blibli.com, bukalapak, dan tokopedia.  

Ketua DPRD, Armansyah akan menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dan member masukan kepada Bupati Muko-muko dalam pelaksanaan dan penyusunan program-program e-Goverment. Armansyah berjanji akan mendukung penuh dari segi pengganggaran melalui APBD Kabupaten Muko-muko TA 2018 (NDI).

 

Jakarta - Direktorat e-Bussiness Ditjen Aptika kembali menyelenggarakakan FGD Tim panel Whitelist nusantara  bertempat di Hotel Millenium Sirih Ruang Laksda TNI BoediHarjo (opsroom) (13/11). Rapat dibuka oleh perwakilan dari Direktorat e-Business Bapak Bahtiar Minarto dengan laporan terkait nama domain yang sudah ditambahkan ke dalam daftar whitelist saat ini mencapai telah terkumpul 300.000 data, adapun FGD untuk membahas penambahan  150 data baru untuk dapat disetujui Tim Panel.

Hadir dalam pembahasan, Tim panel Sistem Whitelist Nusantara yang terdiri dari Kementerian, Lembaga dan praktisi antara lain Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, PANDI, NAWALA. Rapat selanjutnya dipimpin oleh Andi Budimansyah selaku Ketua Tim Panel. Amdi menyampaikan Pedoman Kerja Tim Panel Whitelist Nusantara serta masukan terkait Kategori yang Domain yang masuk dalam Whitelist Nusantara dan dilanjutkan dengan pembahasan nama domain yang direkomendasikan oleh masyarakat.

Whitelist Nusantara diharapkan dapat menyediakan konten-konten yang baik bagi anak-anak khususnya usia pelajar dasar dan  menengah, perlu melibatkan beberapa stakeholder terkait yang mengetahui lebih dalam tentang kebutuhan akses informasi untuk pelajar. Dengan adanya Program Kerja Whitelist Nusantara diharapkan Siswa-siswi SD sampai SMA dapat mengakses situs-situs Positif yang mendukung Ilmu dan pengerahuan mereka.(Rio)

 

My Twitter Updates