Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

 

Bali – Dalam raker yang dilakukan pada 1-2 Maret 2018 disampaikan kepada Menkominfo hasil progres gerakan nasional 1000 startup. Diketahui bahwa saat ini sebanyak 32.000 peserta telah mendaftarkan diri di program Gerakan Nasional 1000 startup 10 kota, dan 6500 orang sudah mengikuti proses pembinaan di semua kota.

Sebanyak 123 startup sudah melewati proses inkubasi. Dari proses inkubasi ini ditemukan beberapa startup yang menarik diantaranya:

1.   Karapan (Surabaya)

Karapan memberdayakan dan menghubungkan petani ternak lokal dengan para pemasok sapi. 200 peternak dari 33 kelompok ternak.

2.   Jahitin (Surabaya)

Jahitin memberdayakan ibu-ibu yang bekerja sebagai penjahit dan berpenghasilan kurang dari 3 juta/bulan dengan menghubungkan penjahit terampil ke konsumen yang ingin memiliki pakaian yang sesuai. 30 penjahit

3.   Tumbasin (Semarang)

Platform yang menghubungkan konsumen langsung dengan petani di pasar tradisional. 2500 transaksi di 5 pasar lokal Semarang.

4.   Camp on Farm (Bandung)

Platform pengelolaan rencana liburan online yang menargetkan masyarakat perkotaan, untuk menghabiskan liburan di area pertanian, dipandu oleh petani lokal. 200 orang bergabung di 15 perjalanan.

5.   Shushi (Bali)

Sebuah e-commerce yang menjual rumput laut yang menghubungkan petani dengan konsumen. 20 petani rumput laut, dengan 650 produk yang terjual.

6.   Ajarin (Jakarta)

Aplikasi seluler yang dapat membantu orang tua untuk menemukan, mengembangkan dan menyalurkan talenta anak-anak berusia empat tahun sampai 16 tahun. 370 pengajar private di 30 transaksi.

7.   Kopi Tani (Makassar)

Platform yang menyediakan kopi langsung dari petani. 100 petani kopi di 5 lahan kopi di Makassar

Tahun 2018 ini masih fokus pada 5 sektor yang memiliki peluang sangat besar dan berbagai permasalahan yang belum diselesaikan, yaitu agrikultur, pendidikan, kesehatan, pariwisata dan logistik. Diharapkan para stratup digital dapat menyelesaikan permasalahan nyata dan memiliki sustainability model sebagai suatu bisnis. Nantinya di setiap kota diharapkan dapat berfokus pada sektor tertentu yang menjadi keunikan dan ciri khas tiap kota.

Untuk memperkuat pengembangan ekosistem startup digital, inovasi, dan kreatif terutama di Bali, hari ini telah dibuka “KEMBALI” Innovation Hub yang diresmikan oleh Menkominfo. “KEMBALI” Innovation Hub diharapkan dapat menjadi pusat kolaborasi dan kreasi di Bali.

 

Jakarta – Ditjen Aptika, khususnya Direktorat e-Business ikut serta menjadi narasumber sosialisasi bermedia sosial bagi siswa Binus School pada Rabu 21 Maret 2018 di Ruang Ukir, Gd. Depan Kementerian Kominfo. Sebanyak 35 orang siswa kelas lima tersebut dipandu oleh lima orang guru pendamping. Selain Direktorat e-Business, sosialisasi juga dipandu oleh Biro Hubungan Masyarakat, Sekjen Kominfo. 

Menurut guru pendamping, acara ini merupakan bagian dari agenda In-School Programme, yang berlangsung tahunan dengan mengunjungi kementerian dan lembaga terkait tema pelajaran. Hasil kunjungan akan menjadi masukan dalam proyek yang ditampilkan dalam Primary Years Programme (PYP) Exihibition, dengan tema tahun ini adalah Media. 

Sekilas Plt Kepala Subbagian Monitoring menjelaskan profil dan ruang lingkup pekerjaan Kementerian Kominfo. Selanjutnya Tenaga Humas Pemerintah Aisyah Novarima menjelaskan bagaimana Kementerian Kominfo mengelola media dan berhadapan dengan pekerja media melalui Biro Humas. 

Selain itu, diskusi juga diiringi dengan sajian vidio singkat tentang Internet Sehat dengan tokoh Digiro. Setelah itu, Kepala Seksi Teknologi E-Business, Ditjen Aptika mengupas soal internet dengan model interaktif. Ia mengajak siswa Binus School menjawab beberapa pertanyaan dan menggali pengalaman siswa berkaitan dengan pemanfaatan internet. “Dengan mengetahui penggunaan internet secara sehat sedari dini, maka adik-adik dapat belajar cara menghindari penipuan le wat media sosial, cara mengamankan data pribadi, hingga cara menghentikan penyebaran hoax di media sosial,” ujarnya. 

Acara berlangsung dinamis, dimana para siswa aktif berinteraksi dengan para narasumber. Banyak pertanyaan yang diajukan oleh para siswa, salah satunya menanyakan tentang pengelolaan media digita dan sifatnya yang adiktif bagi para siswa. Para siswa didorong untuk berbagi pengetahuan agar sebagai generasi penerus bangsa bisa belajar tentang TIK, hal ini selaras dengan sosialisasi yang dilakukan oleh Kominfo yaitu memberikan edukasi kepada adik-adik semua dapat mempelajari penggunaan internet yang baik. (cdp)

Tangerang - Bertempat di ruang rapat kantor PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia)  Tim Direktorat Jenderal Aplikasi informatika melaksanakan rapat pencocokan dan penelitian (coklit) perihal klarifikasi  tentang pendapatan yang diterima PANDI dari nama domain tahun 2017 (3/3). 

Dalam peraturan Menteri Komunikasi dan informatika Nomor 10 Tahun 2017  diatur tentang Hak Pengelolaan Nama Domain Indonesia yaitu pendapatan yang berasal dari kegiatan pendaftaran dan/atau penggunaan Nama Domain Tingkat Tinggi Indonesia, penyetoran hak pengelolaan Nama Domain Indonesia, pencocokan dan penelitian untuk keperluan perhitungan besaran pembayaran atas tarif hak Pengelola Nama Domain Indonesia dari Registri Nama Domain Indonesia, serta sanksi yang diatur lebih lanjut dengan peraturan perundangan-undangan. Kegiatan pembinaan dan pengawasan dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika. 

Dilaporkan pendapatan PANDI tahun 2017 terdiri dari iuran domain langsung, iuran domain registrar, dan iuran domain premium sehingga jumlah pendapatan kotor PANDI sebesar Rp. 19.536.292.777 sehingga berdasarkan Permenkominfo Nomor 10 tahun 2017  tersebut maka Ditjen Aptika berhak menarik 5% dari pendapatan kotor yaitu sebesar Rp. 976.814.639 yang nantinya akan disetor ke negara sebagai PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak). (feb)

 

Bogor - Dalam mendukung penerapan Online Single Submission (OSS) sebagai tindaklanjut pelaksanaan Peraturan Presiden No. 91 tahun 2017 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha, Direktorat e-Government kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis penggunaan aplikasi perizinan online SiCantik di Wisma Tugu, Bogor Jawa Barat (21/03).

Bimbingan teknis berlangsung selama 3 hari dihadiri oleh peserta yang berasal 24 kabupaten/kota dari wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara, Papua. Bimbingan Teknis dibuka secara resmi oleh Direktur e-Government Bapak Firmansyah Lubis, dan materi paparantentang pelaksanaan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 137 tahun 2017 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Daerah oleh BapakYudiaRamliKasubditFasilitasiPelayananUmumKemendagri.

Materi bimbingan teknis adalah pengenalan terhadap aplikasi SiCantik versi Cloud yang merupakan pengembangan dari versi sebelumnya. Beberapa keunggulan aplikasi SiCantik versi cloud antara lain dapat digunakan dengan mudah oleh pemerintah daerah , kemudahan untuk di integrasikan dengan sistem lain, alur proses yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Selama pelaksanaan bimbingan teknis masing-masing daerah ditargetkan untuk melakukan simulasi proses perizinan mulai dari proses permohonan sampai dengan pencetakan izin. (NVZ)

 

 

Ciputat - Sebagai kelanjutan program Gerakan Menuju 100 Smartcity, Direktorat e-Government menyelenggarakan Assesment Gerakan Menuju 100 smartcity yang berlangsung selama tiga (3) hari mulai tanggal 5 -  7 Maret 2018 di Pustiknas Ciputat Tangerang Selatan.

Assesment dilakukan terhadap 120 Kota/kabupaten  dari 165 Kota/Kabupaten yang terpilih untuk diundang untuk mengisi form asessment. Pemilihan 165 Kota/kabupaten berdasarkan pada Kemampunan Keuangan Daerah, Tingkat Kinerja Pemerintah dan Pelayanan Publik berbasis TIK, Keikutsertaan pada program Green City, dan Index Kota berkelanjutan (sebagai faktor penimbang).

Acara diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan oleh Direktur e-Government Bapak Firmansyah Lubis bahwa tujuan pelaksanaan assesment ini adalah untuk memilih kota/kabupaten yang akan didampingi untuk menyusun masterplan smartcity. Kegiatan assesment dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Teknologi Bapak Herry Abdul Aziz yang sambutan pembukaannya disampaikan bahwa adanya keharusan untuk berkolaborasi pelaksanaan smartcity antar Instansi begitu juga dengan pelaksanaan smartcity di daerah bukan hanya tugas Dinas Kominfo akan tetapi melibatkan seluruh SKPD.

Sebelum assesment dimulai diadakan diskusi panel tentang program-program Pendukung Smartcity di Indonesia dengan narasumber yang berasal dari Kemenkoperekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PUPR.  

Pelaksanaan assesment melibatkan perwakilan dari instansi pemerintah antara lain Bappenas, Kemenko Perekonomian, Kantor Staf Presiden (KSP), KemenPUPR, Kemendagri; akademisi antara lain UI, Perbanas, UGM, ITB; Praktisi IT dari IKTI, City Asia dengan jumlah keseluruhan 38 orang yang akan bertugas sebagai assesor untuk menilai form yang telah diisi oleh masing-masing kota/kabupaten. (NVZ)

 

My Twitter Updates