Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Semarang - Bertempat di di Auditorium Balai Kota Semarang, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra Dra. Ayu Entis MM Setda Kota Semarang menyampaikan bahwa tahap awal yang dilakukan oleh Kota Semarang dalam pelaksanaan smartcity adalah penyamaan persepsi tentang konsep smartcity kepada seluruh stakeholder dan aparat pemerintahan sampai dengan level kelurahan. Hal ini dilakukan mengingat pelaksanaan smartcity bukan tanggung jawab satu Dinas saja akan tetapi adanya kolaborasi para stakeholder di daerah tersebut, sehingga program yang dijalankan dapat saling mendukung.

Pada sesi diskusi panel yang merupakan rangkaian pembukaan kegiatan Evaluasi Smartcity tahun 2017 yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2017, dengan mengambil tema Peluang dan Ta dihadirkan sebagai narasumber antara lain Staf Ahli Bidang Teknologi  Kementerian Kominfo , Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Kemendagri. Sementara dari Kemdagri, Bapak Wisnu menyampaikan bahwa saat ini Badan Standarisasi Nasional (BSN) bersama para pihak terkait sedang menyusun pedoman pelaksanaan smartcity yang nantinya akan dijadikan acuan pelaksanaan smartcity di Indonesia. Pemahaman yang benar menentukan kesuksesan implementasi smart City sehingga tidak hanya terbatas pada gerakan yang bersifat parsial dan semangat sesaat (NVZ)

Semarang - Sebagai rangkaian program evaluasi pelaksanaan masterplan smartcity tahun 2017 di Kota Semarang (26/07),  bertempat di di Auditorium Balai Kota Semarang,  Kepala Seksi Inisiasi Layanan Publik Direktorat e-Government Kementerian Kominfo memaparkan tentang pelaksanaan pendaftaran sistem elektronik instansi penyelenggara negara. Pendaftaran sistem elektronik sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 10 tahun 2015 merupakan salah satu peraturan turunan dari Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, dimana telah mengamanatkan kewajiban instansi penyelenggara negara mendaftarkan Sistem Elektronik yang diperuntukan layanan publik.

Pelaksanaan pendaftaran sistem elektronik merupakan salah satu bentuk dari pelaksaan Smart Government dalam elemen smartcity dalam rangka pelayanan publik, dimana pamerintah daerah dapat melakukan pemetaan sistem elektronik untuk mendukung integrasi sistem. Kota Semarang merupakan salah satu contoh pelaksanaan pendaftaran sistem elektronik sesuai dengan amanat peraturan perundangan, sebanyak 403 Sistem Elektronik telah didaftarkan, sistem tersebut berupa Sistem elektronik yang digunakan dalam pelayanan publik baik berbasis webbase maupun aplikasi smartphone, serta website sekolah dan sekelurahan sekota Semarang. (NVZ)

Semarang - Memasuki semester pertama setelah tersusunnya masterplan smartcity tahun 2017, 25 kota/kabupaten mulai dilakukan evaluasi tahap I pelaksanaannya. Evaluasi dilaksanakan di Balai Kota Semarang 25-26 Juli 2017 dengan menghadirkan 8 (delapan) orang pembimbing smartcity yang terdiri dari unsur akademisi, praktisi dan pemerintah. Delapan orang ahli itu diantara  Herry Abdul Azis Staf Ahli Bidang Teknologi Kementerian Kominfo, Prof. Marsudi Wahyu Kisworo dan Harya Widiputra dari Perbanas Institute, Teddy Sukardi dari IKTII, Dana Indra Sensuse dari UI, Farid Subhan dari CitiAsia, Robertus Theodore dari KSP, Wikan Danar Sunindyo dan Adi Mulyanto dari ITB.

Evaluasi dilakukan untuk menilai efektifitas dan konsistensi pemerintah daerah kabupaten/kota yang telah terpilih sebagai smart city di tahun 2017. Evaluasi diselenggarakan sebagai bentuk komitmen dalam penerapan smartcity sebagaimana telah dituangkan dalam masterplan. Masing-masing kota/kabupaten memaparkan hasil capaian sesuai dengan tahapan yang telah disusun. Masukan dari para pembimbing akan dijadikan acuan untuk penyempurnaan dalam pelaksanaan masing-masing inisiatif dari 6 komponen smartcity. Enam komponen Smart City tersebut antara lain smart government, smart economy, smart society, smart environment, smart living dan smart branding. (NVZ)

Semarang - Pada rangkaian kegiatan evaluasi pelaksanaan smartcity tahun 2017 yang dilaksanakan di Auditorium Balai Kota Semarang 25-26 Juli 2018, sebanyak 8 kota/kabupaten mendapatkan kesempatan untuk memaparkan capaian pelaksanaan smartcity di daerahnya. Kegiatan yang dihadiri 24 kota/kabupaten yang akan dievaluasi juga beberapa kota/kabupaten serta perwakilan provinsi di Indonesia termasuk yang terpilih tahun 2018 untuk didampingi menyusun masterplan smartcity, guna bertukar informasi dan pengalaman tentang pelaksanaan smartcity dari daerah lain.

Kota/kabupaten yang memaparkan pelaksanaan smartcity di daerahnya antara lain Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Sidoarjo, Kota Bandung, Kabupaten Gresik, Kota Makassar, Kabupaten Sleman dan Kota Semarang selaku tuan rumah. Dengan adanya berbagi pengalaman ini diharapkan pemahaman terhadap konsep smartcity dapat dipahami sehingga dapat menginspirasi daerah lainnya untuk menngembangkan kotanya dan melayani lebih baik.

Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa dalam implementasi Quickwins berupa penerapan SIMARDA, e-retribusi dan e-PPID masih terdapat kendala berupa infrastruktur dan SDM. Pemkab Sleman berusaha mengatasi hal tersebut dengan peningkatan infrastur serta peningkatan kapasitas SDM.

Kota Gresik dengan visi “Gresik, kota layak huni tempat berlabuhnya investasi” telah menjalankan 3 (tiga) quickwinsnya yaitu Dokter Kependudukan Online (Dr. KEPO), Go Pelayanan Limbah Domestik Online Gresik (Go Ploong), Sisfo laboratorium lingkungan (Sibling), Posyandu Go Online (Posyandu Go). Selama pelaksanaannya Kota Gresik terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat mendapatkan manfaat program yang telah disusun dalam masterplan. (NVZ)

Pekalongan -  Kota Pekalongan  yang terkenal sebagai kota batik mulai menyusun Masterplan Smart City yang merupakan kegiatan Gerakan Menuju 100 smart city tahun 2018.  Bertempat di Pusdiklat Kospin Jaya Jl. Ki Mangun Sarkoro Pekalongan pada tanggal 16-17 Juli 2018 diselenggarakan Bimtek dan Sosialisasi tahap 1 Gerakan menuju Smart City (17/7).

Ditjen Aptika sebagaimana telah tertuang dalam Nota Kesepahaman yang telah tandatangani oleh 50 Kepala Daerah dengan Dirjen Aptika pada tanggal 8 Mei 2018 di Jakarta mengirimkan pembimbing Prof. Achmad Junaedi dari UGM dan didampingi Moh.Wildan dari Sekretariat Ditjen  Aptika. Bimtek di awali dengan laporan dari sambutan dari Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, dan dilanjutkan arahan dan pembukaan resmi oleh Walikota Pekalongan H.M. Saelany Machfudz. Dalam pengarahannya Walikota menyampaikan agar konsep smartcity kota Pekalongan mengacu pada visi Kota Pekalongan yang lebih sejahtera, mandiri, religius dan berbudaya. Sementara Wildan dalam sambutannya menyampaikan bahwa sesuai dengan target pemerintahan Jokowi menciptakan 100 smartcity ditahun 2019, maka berdasarkan  4 parameter yang telah ditentukan Kota Pekalongan termasuk dalam 50 kota terpilih. Adapun di tahun 2017 Kementerian Kominfo telah membimbing 25 kabupaten/kota dengan hasil 24 kabupaten/kota berhasil mengimplementasikan konsep smart city.  

Prof. Junaedi menjelaskan konsep smartcity yang telah dirumuskan oleh Kementerian Kominfo mencakup 6 aspek yakni : Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society dan Smart Living.  Konsep smart City tersebut sudah didesain sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia dan harapannya dengan menjadi kota cerdas akan dapat memcahkan masalah-masalah yang ada di daerahnya secara inovatif dan kreatif. Kegiatan Bimtek dibagi dalam 3 Pokja utama yang akan berdiskusi untuk menyusun buku I Masterplan yang berisi data tentang analisa SWOT Kota Pekalongan.  Kegiatan pendampingan Smart City akan berlangsung dalam 4 tahap, diharapkan kegiatan pendampingan akan berlangsung lancar dan kota Pekalongan mampu mengimplementasikan Smart City (mow).

 

My Twitter Updates