Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Inkubator Industri Informatika adalah tempat yang dirancang untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan industri informatika melalui serangkaian program pembinaan baik dari sisi bisnis maupun teknis. Tujuan akhirnya adalah untuk menyiapkan para pelaku usaha industri informatika menjadi pengusaha yang menghasilkan keuntungan, mampu mengelola organisasi dan keuangan dengan benar, serta menjadi pengusaha yang berkelanjutan hingga akhirnya memiliki dampak positif bagi masyarakat.

Pusat Komunitas Kreatif (Puskom Kreatif) merupakan fasilitas untuk meningkatkan pengetahuan, kreatifitas dan kemampuan komunitas kreatif di masyarakat setempat.

Komunitas ini terdiri dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), LSM yang membina UMKM dan komunitas lain yang memegang peran dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu percepatan transformasi dari bisnis konvensional menjadi bisnis berbasis elektronik, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah setempat. Sampai dengan tahun 2013 sudah dibangun 5 puskom kreatif di Lombok Utara, Lamongan, Palangkaraya, Pare-pare dan Payakumbuh. Tahun 2014 dibangun 2 Puskom kreatif yaitu di Temanggung dan Kutai Kartanegara.

Selain membuat prototipe CAP, Ditjen Aplikasi Informatika juga mengembangkan Warnet Perdesaan (W@rdes). Sasaran pemberian W@rdes adalah kelompok masyarakat di wilayah perdesaan dan daerah tertinggal yang telah tersedia akses telekomunikasi di beberapa provinsi di Indonesia.

W@rdes bertujuan untuk menggugah tumbuh kembangnya kegiatan ekonomi melalui pemanfaatan TIK.

Matrik sebaran w@rdes

  Lot I Lot II
Jawa Barat & Banten 112  
Prov. Lampung   110

 

Pekerjaan ICT Utilization Project for Educational Quality Enhancement in Yogyakarta Province (e-Learning Yogyakarta) merupakan upaya yang dilakukan Ditjen Aptika untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang diarahkan untuk pemerataan akses melalui penyediaan peralatan dan bantuan yang diperlukan untuk kegiatan sekolah menyiapkan TIK dan fasilitas jaringan serta mengembangkan sistem e-learning di 300 Sekolah Dasar  dan 200 Sekolah Menengah Pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Guna memperluas layanan akses internet dan pemanfaatan TIK, khususnya dikawasan dan komunitas yang sulit mendapatkan akses internet, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan pemerintah daerah mengembangkan layanan Mobile Community Access Point (MCAP) yang merupakan pengembangan dari konsep CAP sejak tahun 2007.


Bila CAP bersifat statis, maka M-CAP bersifat bergerak untuk tujuan promosi, komunikasi dan pembelajaran dengan memanfaatkan TIK, sehingga menjadi semacam warnet keliling tanpa dipungut biaya. Bantuan MCAP ke pemerintah daerah juga dimaksudkan untuk mewujudkan komitmen bersama dalam menanggulangi kesenjangan dijital dan memberikan akses untuk aktifitas edukatif dan ekonomis masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarkat, serta untuk menyebarluaskan dan mengimplementasikan piranti lunak berbasis open source.

My Twitter Updates


 

0