Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

 

Ditjen Aplikasi Informatika menyelenggarakan Festival DesTIKa 2017 di Lapangan Turongo Seta, Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang pada 21, 22 dan 23 November 2017. Festival DesTIKa ke-5 ini merupakan sinergi antara para stakeholder baik dari akademisi, bisnis, pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, Relawan TIK serta para stakeholder lainnya di bidang pembangunan dan pemberdayaan potensi desa dan kawasan.

Ditjen Aplikasi Informatika dalam sambutannya menyampaikan bahwa DesTIKa merupakan ajang bagi desa untuk mengenalkan desanya melalui sistem informasi desa. Acara dibuka dengan pemukulan gong oleh Ditjen Aplikasi Informatika. Sebagai bentuk pemerintahan terkecil, negara diharapkan terlibat dalam pembangunan termasuk perencanaan pembangunan, pengelolaan potensi dan pelayanan masyarakat melalui pemanfaatan TIK.

Dengan tema “Di Hamparan Bumi Pemalang Pusere Jawa, Desa Bersuara Untuk Indonesia”, DesTIKa 2017 mengusung semangat melalui pemanfaatan TIK secara aman, sehat, cerdas, kreatif dan produktif. Sehingga tercipta desa-desa inspiratif sebagai pelopor percepatan pembangunan, khususnya di daerah pinggiran dan perbatasan Indonesia. Desa diharapkan memiliki ekosistem TIK yang handal dan berkelanjutan, dimana melalui pengaksesan Internet masyarakatnya dapat berkreasi, berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan perekonomian desa. (cdp)

Samarinda - Masih dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) ke 4 Kota Samarinda yang dihadiri oleh Walikota Samarinda beserta Pimpinan SKPD dan para stakeholder melaksanaan penandatanganan komitmen pelaksanaan smartcity

Penandatanganan dilakukan secara simbolik oleh Kepala Dinas Kominfo, Kepala Bappeda, dan Camat  KecamatanSamarinda dan disaksikan dan ditandangani juga oleh Walikota Samarinda. Kegiatan yang mendapatkan dukungan dari komunitas, perbankan serta perguruan tinggi ini bertujuan sebagai bentuk dukungan dari berbgai pihak dalam memujudkan seluruh program yang telah disusun dalam masterplan pelaksanaan smartcity dan nantinya akan menjadi bagian dari RPJMD dan RPJPD Kota Samarinda.#gerakan100smartcity(nvz)

 

Ciputat - Kementerian Kominfo melalui Direktorat e-Government menyelenggarakan evaluasi hasil pelaksanaan Bimtek penyusunan masterplan smartcity yang telah mencapai tahap ke 3 dengan FGD bertema ‘Peluang dan Tantangan Smart City’ di Pusat TIK Nasional Ciputat (17/10). FGD  bertujuan agar 25 kabupaten/kota yang sedang menyusun masterplan dapat saling berbagi informasi dalam penyelesaikan masterplan smartcity. 

Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diani, menyambut kehadiran kepada seluruh peserta dan menyampaikan dikarenakan kegiatan ini diselenggarakan di Kota Tangerang Selatan dan sebagai tuan rumah berkewajiban untuk menyambut kedatangan para peserta di kotanya. Sebagaimana diketahui WaliKota Tangerang Selatan juga selaku Ketua Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) yang terlibat aktif dalam kegiatan smartcity. Sambutan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Direktur e-Government Firmansyah Lubis yang menyampaikan tentang perlunya kolaborasi antar instansi pemerintah, sehingga melalui program smartcity antar daerah dapat saling bekerjasama dalam mendukung pelaksanaannya. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Teknologi Herry Abdul Aziz yang dalam arahanya menyampaikan peran teknologi dalam mendukung pelaksanaan program smartcity. 

Mewakili 25 kabupaten/kota yang hadir, 6 kabupaten/kota yaitu Kota Samarinda, Kabupaten Cirebon, Kota Mimika, Kabupaten Sleman, Kota Tangerang, dan Kota Semarang dipiilh untuk berbagi pengalaman dalam proses penyusunan dokumen masterplan. Walau penerapan smartcity telah masuk dalam RPJMD untuk beberapa kota/kabupaten namun secara umum tiap daerah menyampaikan adanya kesamaan kendala yang dihadapi diawal yaitu menyamakan pemahaman dengan SKPD lainnya tentang konsep smartcity dan kendala penganggaran.  

Berdasarkan hasil paparan keenam kabupaten/kota tersebut bahwa selain komitmen pimpinan daerah, kerjasama dan koordinasi yang baik antar SKPD serta keterlibatan masyarakat yang diwakili oleh akademisi dan komunitas merupakan pendukung terlaksana dan keberlanjutan program smartcity#gerakan100smartcity (NVZ)

 

Ciputat -  Dalam rangkaian FGD Smart City Direktorat e-Government kementerian Kominfo, Kemendagri menyatakan akan siapkan rambu-rambu untuk perintah daerah terkait pelaksanaan smartcity berupa pedoman pengembangan smartcity serta payung hukum pengembangan smarticity. Rangkaian FGD dan  evaluasi hasil pelaksanaan Bimtek penyusunan masterplan smartcity diselenggarakan di Pusat TIK Nasional Ciputat (17/10). 

Direktorat e-Government juga menghadirkan  Kantor Staf Presiden (KSP), Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Perkotaan, Perumahan dan Pemukiman Kementerian Perencaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyampaikan program terkait dengan pelaksanaan smartcity di Indonesia sebagaimana telah tertuang dalam RPJMN 2015-2019 yaitu pengembangan kota cerdas berdaya saing dan berbasis teknologi dan budaya lokal melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi

Sementara Bappenas menyampaikan tentang program pendukung pelaksanaan smartcity yaitu National Urban Development Program (NUDP) yang juga melibatkan kementerian lain untuk merumuskan kebijakan pembangunan perkotaan nasional menuju kota yang berkelanjutan di Indonesia. Dalam kesempatan awal disampaikan oleh Kementerian PUPR menyampaikan rencana strategis Ditjen Cipta Karya berupa program pengembangan kota hijau melalui teknologi infrastruktur seperti air minum, bangunan gedung hijau serta persampahan dan drainase untuk mendukung konsep kota cerdas. Kantor Staf Presiden menyampaikan tentang kebijakan satu data Indonesia yang mendukung pelaksanaan smartcity dalam hal pendorong pengambilan kebijakan pembangunan berdasarkan data. #gerakan100smartcity. (NVZ)

 

Jakarta – Direktorat Jendral Aplikasi Informatika menyampaikan dukungan Kementerian Kominfo pada acara Festival Ragnarok 2017 di Mall of Indonesia (10/11). Acara Festival Ragnarok 2017 diselenggarakan oleh Gravindo dengan melibatkan IGRS (Indonesia Game Rating System) yang merupakan implementasi Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 11 tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektornik.

Pada acara ini, Direktur Jenderal Aptika, Samuel Abrijani Pangerapan menyampaikan hadirnya IGRS diharapkan dapat menjadi Panduan bagi penyelenggara dalama membuat game, mendukung Penciptaan Iklim Yang Kondusif industri game, Penciptaan Persepsi Positif Masyarakat Akan Orang Kreatif, Usaha Kreatif, dan Karya Kreatif Lokal, Keberpihakan Pasar Lokal Pada Industri dan Karya Kreatif Lokal dan melindungi Masyarakat dari ketidaksesuaian penggunaan klasifikasi usia pengguna.

Dengan adanya IGRS, diharapkan para Gamers dapat memahami terkait kesesuaian kelompok usia dalam bermain game dimana game memberikan berbagai dampak positif beberapa diantaranya melatih bagaimana menecahkan permasalahan, logika berpikir, mengambil keputusan dan lainnya selama game dimainkan sesuai antara konten dan klasifikasi usia Gamers serta kewajaran waktu dalam memainkan game namun bila ada konten yang tidak sesuai dengan peraturan dan norma hukum yang berlaku serperti halnya game ”Fight of Gods” pada channel distribusi Steam. Game tersebut tidak diperbolehkan beredar di Indonesia.(HBK)

 

My Twitter Updates