Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Malang - Pesatnya pertumbuhan arus ekonomi digital di Indonesia mendorong peningkatan kebutuhan kebutuhan SDM yang mumpuni khususnya dalam bidang IT, diperlukan upaya dari seluruh pihak terkait dalam mempersiapkan pemenuhan kebutuhan tersebut. SMK Coding adalah program pelatihan yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika – Ditjen Aplikasi Informatika untuk membekali para siswa SMK khususnya jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dengan kemampuan teknis  coding. Pelatihan SMK coding Batch 1 yang diselenggarakan di Coworking Space Ngalup.co, Malang, Sabtu-Minggu (15-16 September 2018) dengan materi  pemrograman : Android, FireBase, Internet of Things (IoT) dan juga kemampuan soft skiils seperti berkomunikasi, berkoordinasi dan kepemimpinan didunia kerja (16/9).

Kekurangan SDM IT yang terampil dalam perkembangan ekonomi digital ini sudah dirasakan oleh pelaku industri dan start up di Indonesia, saat ini sangat sulit mencari talent terampil di Indonesia yang dibutuhkan start up dengan rata-rata 30 Software Engineer per tahun-nya, banyak dari peluang tersebut terpaksa harus dicari dan didatangkan dari negara luar seperti India. Bahkan tak jarang para startup harus jauh mencarinya ke Silicon Valley untuk mendapatkannya, hal ini sampaikan oleh Engineer Manager HOOQ Zufrizal Yordan pada sesi terakhir Pelatihan yang dilaksanakan di Malang ini merupakan kolaborasi kerjasama antara Kemkominfo dengan komunitas, Start Up Dycodedu dan para peserta yang telah lolos tes saringan masuk berasal dari SMKN 4 dan SMKN 8 – Malang. Pelaksanaan pelatihan dilakukan dalam rangkaian 10 sesi pertemuan diadakan setiap sabtu dan minggu, Pertemuan sesi 1 – 8 dilaksanakan di sekolah masing-masing dengan materi dalam pengembangan keahlian teknis para peserta difokuskan pada pengembangan aplikasi berbasis Android dan pengenalan Internet of Things (IoT) yang dibimbing oleh mentor ahli berasal dari industri Teknologi Informasi, Komunitas dan start up .

Tidak berhenti pada kemampuan teknis, pada sesi 9 – 10 terakhir yang dilaksanakan kemarin. Para peserta juga diberikan materi pelatihan pengembangan kemampuan Soft Skill seperti membangun Networking, membuat portfolio dan resume CV, Job Interview Skill dengan narasumber Co-Founder Geekhunter.co Yuanita Anggraeni, disambung dengan materi pelatihan Public Speaking & Communicating skill yang disampaikan oleh MC dengan pengalaman & jam terbang yang tinggi Grace Mamahit serta materi terkait kondisi industri TIK dan kebutuhan SDM saat ini yang disampaikan oleh Engineer Manager HOOQ Zufrizal Yordan serta Muhammad Iskandar Zulkarnain “Edo” selaku CEO dan Founder EzyPay.

Pada akhir sesi, Founder DycodeEdu Dyan R. Helmi atau yang akrab dengan sapaan Kang Helmi, mendapuk beberapa perwakilan dari peserta untuk mempresentasikan hasil karya mereka didepan forum sebagai sarana evaluasi para peserta dalam mempraktekkan seluruh materi pelatihan yang telah diterima oleh mereka selama pelatihan ini baik dari sisi technical skill dan soft skill, hal ini sesuai dengan metode pelatihan SMK Coding yang menitikberatkan Participatory Teaching Methods.

SMK Coding diharapkan dapat menjadi upaya untuk memperkecil gap kebutuhan skill set antara kurikulum pendidikan SMK dan kebutuhan industri IT saat ini sekaligus fasilitasi menciptakan teknisi dibidang IT yang terampil dan siap bekerja langsung dalam dunia kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri digital.  (SONN)

 

My Twitter Updates