Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

 

SemarangDitjen Aplikasi Informatika diwakili oleh Direktur Pemberdayaan Informatika turut berpartisipasi dalam acara Sarasehan Nasional di Gedung Wisma Perdamaian, Semarang. Acara ini diadakan oleh Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). Direktur Pemberdayaan Informatika hadir sebagai Narasumber mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika bersama dengan KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), dan Djarot Padakova (Kabid Humas Kapolda Prov jawa Tengah). Acara yang dilaksanakan pada hari Kamis, 20 April 2017 bertema “Melawan Hoax, mengembalikan Jati Diri Bangsa”.

Direktur Pemberdayaan Informatika menyampaikan bahwa saat ini terdapat 132,7 juta pengguna Internet aktif di Indonesia dengan penetrasi sebesar 51,8% dari total populasi Indonesia. Sebagian besar penggunaan Internet tersebut adalah untuk aktivitas media sosial, pesan singkat, mencari data dan informasi, dan streaming video. Perlu disadari bahwa media sosial pada konteksnya termasuk dalam ranah ruang publik, dimana terikat juga dengan peraturan norma dan hukum yang berlaku, sehingga perlu kehati-hatian dalam penggunaannya. Jika disalahgunakan, maka dapat dijerat dengan hukuman pidana penjara maksimal empat tahun dan/atau denda maksimal 750 juta rupiah.

Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya menambahkan bahwa pengguna media sosial di Indonesia terkenal aktif, namun tidak memiliki literasi yang memadai guna kepentingan konfirmasi dan verifikasi mengenai kebenaran sebuah informasi. “Mereka enggan melakukan konfirmasi dan lebih senang mendramatisasi keadaan melalui meme hingga seolah menjadi kebenaran”, ujarnya.  

Sedangkan Gus Mus melalui acara sarasehan ini mengajak para pengguna berbagai media sosial untuk terus memerangi berita bohong atau hoax yang berpotensi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hoax bukan hanya menjadi sarana penyebar fitnah, tapi juga berpotensi memecah belah bangsa.

Acara Sarasehan Nasional ini dihadiri juga oleh Perwakilan Tokoh Agama, diantaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi); Tokoh Tionghoa, serta mahasiswa, pelajar dan masyarakat di Kota Semarang sebanyak 350 orang. (HEL)

My Twitter Updates