Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

 

Jakarta - Indonesia membutuhkan SDM sebanyak-banyaknya yang punya kualitas, kapasitas, dan kemampuan di bidang keamanan siber. Hal ini terkait dengan meningkatnya serangan terhadap dunia siber di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Menkominfo, Rudiantara pada acara peluncuran Program Born to Control di Ruang Ruslan Abdul Gani, Kementerian Kominfo (30/1). Menurut ID-SIRTII, serangan dunia siber di Indonesia mencapai 28 juta serangan.  "Tentu hal ini harus mampu kita tangani secara teknis. Permasalahannya di Indonesia ini orang yang memiliki kompetensi untuk itu boleh dikatakan ada, tapi ya orangnya itu-itu lagi. Oleh karenanya kita butuh SDM sebanyak-banyaknya yang punya kualitas, kapasitas, dan kemampuan di bidang cyber security," jelas Rudiantara.

Untuk menjaring SDM keamanan dunia siber yang benar-benar bertalenta dan tangguh, maka diadakanlah Program Born to Control yang merupakan suatu program kompetisi untuk menjaring 10.000 SDM keamanan dunia siber di Indonesia. Proses rekrutmen dilakukan secara Hackathon, dimana peserta akan menempuh Security Test berupa Hacking Contest & IT Quiz, dilanjutkan dengan seleksi online di tahap semifinal, lalu masuk ke dalam tahap Final Digicamp dan Industrial Base. Dalam Hackathon, 100 peserta terbaik akan diberi pelatihan khusus sekaligus mendapat akses ke industri di bidang keamanan siber serta industri yang bekerjasama dalam program Born to Control. Program ini dimaksudkan bukan untuk mengontrol dunia maya, namun semata-mata bertujuan untuk memperkuat keamanan dunia siber Indonesia. Peserta yang telah berusia 17 tahun atau lebih dapat melakukan pendaftaran online di website https://borntocontrol.id

Sejalan dengan Menteri Kominfo, CEO PT. Xynesis, Eva Noor program ini membawa semangat positif bagi masyarakat pengguna dunia siber. Dengan adanya program ini maka, pengguna dunia siber dapat merasa positif dan tenang dalam beraktivitas di dunia siber. Sampai dengan saat ini telah terdaftar 1000 peserta Born to Control. Program pencarian talent yang merupakan hasil kerjasama antara Direktorat Keamanan Informasi, Ditjen Aplikasi Informatika dengan PT. Xynesis dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer (APTIKOM) Indonesia akan dilakukan di 10 kota yaitu Jakarta, Bandung, Yogya, Malang, Bali, Makassar, Manado, Samarinda, Medan dan Palembang.

Dalam acara ini hadir pula Dirjen Aplikasi Informatika, Samuel Pangerapan dan Direktur Keamanan Informasi, Aidil Chendramata. Dirjen Aplikasi Informatika menyampaikan bahwa dalam program ini para talent yang berbakat berkumpul dan dilatih untuk memenuhi kebutuhan industri. Mereka akan dilatih menjadi ahli terbaik dari sisi kapasitas maupun kepribadian (integritas dan moral). Sehingga diharapkan para ahli dunia siber yang salah arah dan telah menyalahgunakan kemampuan hacking-nya, dapat melakukan hal yang bermanfaat dalam menjaga keamanan dunia siber di Indonesia. (CHR)

 

My Twitter Updates