Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Jakarta -  Bertempat di Ruang Samudra Pasai  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB) diselenggarakan FGD (Focus Group Discussion) penggunaan aplikasi perkantoran nasional (e-Office) bersama-sama K/L terkait (24/1). FGD dihadiri Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  dari Ditjen Aplikasi Informatika dan Biro Perencanaan, Kementerian Sekretariat Negara, Unit Kerja Presiden, Dewan TIK Nasional ( Wantiknas) dan KemenegPPN / Bappenas.

FGD dilaksanakan dalam rangkaian percepatan implementasi (sistem Pemerintah Berbasis Elektronik) SPBE dengan integrasi pengembangan    e-Government antara K/L dan instansi di daerah. Untuk mempercepat implementasi SPBE, pemerintahakan mengadakan e-Government Showcase, dimana agenda dari kegiatan ini adalah menampilkan dan memberikan apresiasi praktek terbaik e-Government yang telah dilaksanakan oleh K/L dan Pemerintah Daerah.

Kementerian Kominfo melalui Direktorat e-Government telah mengembangkan Aplikasi Perkantoran yang diberi nama siMAYA sampai dengan versi 5 yang saat ini telah dimanfaatkan oleh 151 instansi di pusat dan daerah dengan lebih dari 14 ribu pengguna, adapun rincian prosentasenya 15% K/L, 47% Kabupaten, 19% kota dan 19% Propinsi di Indonesia, ujar Hasyim Gautama dari Direktorat e-Government. Penggunaan siMAYA yang dapat digunakan dengan cuma-cuma ini didukung Keputusan Menteri PAN No. 6 Tahun 2011 mengenai Tata Naskah Dinas Elektronis di Lingkungan Instansi Pemerintah. Implementasi siMAYA sendiri dapat dilakukan melalui 2 metode, yaitu server lokal dan metode cloud computing sehingga instansi dapat menitipkan secara gratis menitipkan data-datanya (hosting) di Kementerian Kominfo yang diatur dengan Permen Kominfo nomor 10 tahun 2015 dan  Surat Edaran (SE) MenPAN nomor  5 tahun 2013 perihal aplikasi tata naskah dinas elektronik pada instansi pemerintah. Kelebihan teknologi awan (cloud) ini,  instansi pengguna dapat dengan mudah dan cepat memanfaatkan aplikasi SiMAYA ini secara cepat, dimana, dan kapan saja, imbuh Hasyim.

Kandidat aplikasi perkantoran lainnya yakni Aplikasi SPDE dari Sekretariat Negara. Sistem Persuratan dan disposisi elektronik (SPDE) ini pertama kali dikembangkan tahun 2009 dengan kerjasama KOICA, namun kemudian dikembangkan sendiri sehingga menjadi SPDE versi 3 ditahun 2016. Tampilan aplikasi perkantoran ini menarik dan mudah digunakan. Kedua aplikasi tersebut diatas sama-sama dikembangkan dengan berbasis web dengan metode progaman PHP dan MySQL sehingga dinamis dan dapat dikembangkan lagi sesuai kebutuhan.

Rangkaian FGD yakni seleksi terhadap best practices sistem elektronik yang ada. Dimana selain sistem aplikasi perkantoran juga aplikasi e-Budgeting, dan SIM Kepegawaian. FGD juga meninjau kesiapan berbagai faktor seperti infrastruktur dan data center, dan keamanan data. Hasil-hasil pemilihan dari best practices akan dipaparkan kepada Presiden Republik Indonesia mengenai kebehasilan implementasi e-Government dan digunakan sebagai role model bagi instansi pemerintah lainnya dalam penerapan Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) Nasional atau e-Government nasional yang terintegrasi. (mow)

My Twitter Updates