Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Jakarta – Mengawali tahun 2017 Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan konsolidasi program kerja tahun anggaran 2017 (20/1). Bertempat di ruang serbaguna Kominfo, Semuel A. Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, menyampaikan pelaksanaan program kerja yang berbasis prinsip ‘integrated,  effective dan money follow program’. Prinsip terintegrasi bahwa sebuah program bukan hanya dikerjakan dan menjadi tanggungjawab satu Direktorat saja namun dikerjakan secara bersama-sama (gotong-royong) dengan pengawasan seorang manajer program agar dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Acara konsolidasi program kerja juga dan penyerahan DIPA tahun 2017 diikuti  oleh seluruh Pejabat Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di lingkungan Ditjen Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika.  Lebih lanjut Dirjen Aptika menerangkan bahwa dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar maka target kinerja juga harus ditingkatkan agar dampak manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat umum. Rencana Strategik (RENSTRA) Ditjen Aptika tahun 2017-2019 mengusung tema “Ekonomi Kerakyatan & Sektor Strategis” dengan target yang hendak dicapai antara lain :

  • 1.000.000 nelayan dan petani go digital
  • 2.000.000 UMKM go digital
  • 100% implementasi aplikasi  e-pemerintahan, e-pengadaan, e-kesehatan, e-pariwisata, e-logistik, e-pendidikan, dan e-transportasi 
  • 1.000.000 peserta tanda tangan digital
  • 1.000.000 domain berbasis .ID untuk UMKM, Sekolah (termasuk madrasah, dll), dan komunitas 
  • 1.000 Startup digital
  • 4.000.000 orang terliterasi digital 

Dalam sesi diskusi Sedi, dari Kasubdit Audit Kepatuhan Penyelenggaraan Sistem Elektronik mempertanyakan strategi yang akan diterapkan untuk membangun interopreabilitas dan implementasi di K/L agar penerapan e-Government dengan target 100%. Dirjen Aptika menjawab dengan cermat bahwa sebenarnya kita tinggal mengumpulkan dan mendata karena di masing-masing instansi pusat dan daerah sistemnya sudah ada. Beliau berpesan agar dapat menjadi kreatif menemukan solusi-solusi baru untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Demikian juga dengan target 4 juta literasi digital dapat diperoleh dengan menjalin kerjasama dan kolaborasi atau mempergunakan TIK sehingga sebuah seminar literasi dapat diduplikasi. Sementara Wildan, dari Sekretariat Ditjen mempertanyakan bagaimana aspek manajemen resiko dan pengukuran realisasi output. Menanggapi pertanyaan ini dijawab dengan bijak bahwa pemerintah akan mengakui apabila ternyata memang belum ada dampak yang dirasakan masyarakat. Terkait manajemen resiko itu sudah dimasukan dalam desain perencanaan dan pemantauan monitoring pelaksanaan program kerja. (mow)

 

My Twitter Updates