Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Banda Aceh – Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (Festival TIK) Nasional 2017 yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika di Gedung AAC Unversitas Syiah Kuala Dayan Dawood, Banda Aceh (19/9), dibuka oleh Wakil Gubernur Aceh Bapak Nova Iriansyah yang menyampaikan pesan kebangkitan Aceh dengan Teknologi Komunikasi dan Informatika (TIK). Kemampuan untuk menguasai bidang tersebut, juga merupakan persyaratan mutlak dalam mewujudkan masyarakat yang berbasis perekonomian dan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, demikian penjelasan Nova, bahwa salah satu program unggulan Pemerintah Aceh yaitu Aceh SIAT (Sistem Informasi Aceh Terpadu).

Festival TIK 2017 kali ini mengangkat tema “Beusajan syedara tapeubeudoh nanggroe deungon teknologi” yang berarti “Bersama saudara kita bangkitkan Aceh dengan teknologi”. Kegiatan yang di laksanakan selama 2 Hari di Banda Aceh 19 - 20 September 2017 ini menghadirkan lebih dari 6000 Peserta dalam beberapa kegiatan antara lain Seminar Nasional, Workshop Nasional dan Pameran UMK. 

Septriana Tangkary dalam sambutannya mewakili Menkominfo mengungkapkan bahwa festival TIK diadakan bertujuan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang TIK untuk berbagi pengalaman. Selain itu, acara kali ini juga dimaksudkan untuk memberikan literasi teknologi informasi kepada masyarakat Aceh agar dapat memanfaatkan TIK secara cerdas, kreatif dan produktif.

Salah satu tujuan diselenggarakannya Festival TIK ini ialah untuk mendukung pemberdayaan masyarakat melalui sistem informasi. Pemberdayaan ini dilakukan setidaknya melalui tiga cara, yaitu seminar, workshop dan pameran. Dilaksanakan juga penandatanganan MoU kerjasama antara Relawan TIK dengan berbagai instansi diantaranya APKOMINDO, APTIKOM, APJII, TELKOM, PANDI, dll untuk pelaksanaan program-program di tahun 2018.(mow)

 

Pelalawan – Menyambung rangkaian gerakan menuju smart city Pelalawan dalam Gerakan menuju 100 Kota/Kabupaten Pintar yang tengah digadang-gadang Kementerian Komunikasi dan Informatika dilaksanakan Bimtek di Gedung Bappeda Kabupaten Pelalawan (19/9). Bimtek hari pertama berhasil merumuskan implementasi Quickwin Kabupaten Pelalawan ke dalam 2 Program utama. Bimtek dibuka oleh Asisten III, Emir Effendi, dan Andrari Grahitandaru bertindak sebagai pembimbing dalam kegiatan bimtek ini. Hadir pula Perwakilan DPRD Kabupaten Pelalawan, Abdullah ,dan Bank BRI Cabang Kabupaten Pelalawan, Mirhan. Para peserta berasal dari perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pelalawan.

Program quickwin pertama yang diusung kabupaten yang terkenal dengan wisata Bono ini adalah Program Pelalawan Sehat Dinas Kesehatan (Diskes). Langkah awal implementasi program ini adalah dengan meletakkan koordinat lokasi semua fasilitas kesehatan di Kabupaten Pelalawan dan melengkapinya dengan info-info yang diperlukan masyarakat, seperti nomor telepon dan jam operasional. Selanjutnya setiap fasilitas kesehatan yang memiliki ruangan rawat inap, maka ketersediaan kamar kosong dapat diketahui oleh masyarakat secara real time . Sementara program ke-2, yakni  implementasi e-Government dalam pelayanan publik yang merupakan tupoksi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTST). Program ini bertujuan mempermudah akses dan pelayanan kepada masyarakat dalam proses perizinan, contohnya: pembayaran di tempat dan cashless, dan pelayanan online.(SYA)

 

Tenggarong – Bertempat di di Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Kutai Kartanegara di Tenggarong diselenggarakan Bimtek Penyusunan Master plan Smarcity tahap II yang merupakan kelanjutan Program Gerakan menuju 100 Smartcity (8/9). Barry Simoringkir selaku pembimbing dan Nova Zanda dari Direktorat e-Government Kementerian Kominfo menjelaskan tentang pentingnya kolaborasi bersama komunitas dan pemanfaatan media sosial untuk menginformasikan progress penerapan Smartcity di Kabupaten Kutai Kertanegara. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kutai Kartanegara, Bahteramsyah,  menyampaikan tentang hasil analisa kebutuhan dan inventarisir kemampuan daerah dalam penyelenggaraan smartcity. Hasil pemilihan Quickwin Smartcity yang akan diterapkan di tahun 2017 yang merupakan hasil dari kegiatan Bimtek tahap I, yakni implementasi QR code, Smartparking Pulau Kumala, e-Kukar Holiday.

Pada kegiatan tersebut juga hadir Akademisi dan Komunitas UMKM yang berperan sebagai partner pemerintah daerah dalam keberlanjutan pelaksanaan program Smartcity yang nantinya akan tertuang dalam Masterplansmartcity. Selanjutnya diharapkan masterplan yang disusun dapat menjelaskan detail tahapan pelaksanaan Quickwin yang terukur. (NVZ)

 

Pelalawan – Dalam rangkaian Bimtek ke-3 Gerakan Menuju 100 Kota/Kabupaten Pintar di Kabupaten Pelalawan, Riau, yang diselenggarakan di Gedung Bappeda, Rabu (20/9) disusun Masterplan Smart City Kabupaten Pelalawan. Kegiatan dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Infrastruktur dan Layanan e-Government, Syamsul Bakhri, dan didampingi oleh Andrari Grahitandari selaku pembimbing dari Ditjen Aptika, Kementerian Kominfo.

Penyusunan Masterplan Smart City Kabupaten Pelalawan berpedoman pada arahan dari Kementerian Kominfo dengan menerapkan enam (6) pilar utama pengembangan Smart City, yaitu: Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment. Berangkat dari keenam pilar tersebut, maka tim penyusun melakukan analisis SWOT terhadap keadaan di kabupaten secara keseluruhan.

Selanjutnya, dirumuskan Rencana Aksi Smart City Daerah yang terdiri dari Rencana Pengembangan Kebijakan dan Kelembagaan Smart City Daerah, Pembangunan Infrastruktur Pendukung Smart City, Pembangunan APlikasi dan Perangkat Lunak Pendukung Smart City, dan Penguatan Literasi Smart City Daerah.Peta Jalan Pembangunan Smart City Daerah juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen Masterplan Smart City Kabupaten Pelalawan, karena di bagian ini akan ditentukan program-program apa yang akan menjadi prioritas dan kapan program-program tersebut akan dijalankan.(SYA)

 

Bojonegoro - Kabupaten Bojonegoro kembali mendapatkan bimbingan dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, yang diwakili oleh Direktorat e-Government, dalam rangka penyusunan Master Plan Smart City dan pemilihan program quick win. Bimtek tahap ke-2 ini diselenggarakan di Co-Creative Room, Lantai 2 Gedung Pusat Pemerintahan Kabupaten Bojonegoto (30/8). Kembali hadir sebagai Pembimbing dari Kementerian Kominfo yaitu Hari Kusdaryanto dari Citiasia.

Asisten III Pemkab Bojonegoro, Yayan Rohman, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan smart city tidak hanya menjadi tanggungjawab DinasKominfo, contohnya adalah permasalahan kependudukan dan catatan sipil juga membutuhkan solusi lintas sektoral. Selain itu, setiap Organisasi Perangkat Daerah dituntut untuk mengembangkan imajinasi dalam penyusunan masterplan smart city.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Hari Kusdaryanto memimpin diskusi dengan Tim Teknis Smart City Kabupaten Bojonegoro dengan melakukan pembahasan analisa SWOT dan strategi penanganan antar elemennya.Pria yang merupakan jebolan Universitas Airlangga ini pun melakukan penajaman Program Quick Win yang akan diimplementasikan di Kabupaten Bojonegoro dalam rangka penerapan Smart City. Berikut detail dua program quick win:

  1. Revolusi Data (Big Data); yaitu membangun baseline data pemerintah daerah,  dilaksanakan oleh kader PKK/dasa wisma desa, collecting data sebanyak 300 isian indikator data per-jiwa. Didukung database dan aplikasiu ntuk inputing data. 
  2. Open Contract Data; adalah sebuah tata kelola pengadaan barang/jasa yang menampilkan proses dan dokumen pengadaan barang/jasa di bojonegoro. Seluruh paket pekerjaan mulai kerangka acuan kerja, proses pemilihan pemenang, track record penyedia barang/jasa dokumen kontrak pekerjaan, tahapan pekerjaan, monitoring, tahap penyerahan, sampai dengan pembayaran dimuat dalam aplikasi. (SYA)

My Twitter Updates