Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

 

SemarangDitjen Aplikasi Informatika diwakili oleh Direktur Pemberdayaan Informatika turut berpartisipasi dalam acara Sarasehan Nasional di Gedung Wisma Perdamaian, Semarang yang diadakan oleh Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). Direktur Pemberdayaan Informatika juga hadir sebagai Narasumber mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika bersama dengan KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Ganjar Pranowo (Gubernur Provinsi Jawa Tengah), Djarot Padakova (Kabid Humas Kapolda Prov jawa Tengah). Acara yang dilaksanakan pada hari Kamis, 20 April 2017 bertema “Melawan Hoax, mengembalikan Jati Diri Bangsa”.

 

Jakarta – Solusi penyelesaian Hibah KOICA yang di kelola Ditjen Aplikasi Informatika menjadi salah satu bahan diskusi pada acara Rekonsiliasi tiga pihak atau yang biasa disebut Tripartit (Kemenkeu, BPK dan Kominfo) di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan (11/04).

Jakarta - Pada Jumat (31/3) Direktorat e-Government, Kementerian Komunikasi dan Informatika, menghadiri kegiatan Workshop Pengembangan e-Government yang dihelat oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada acara yang diselenggarakan di Hotel Arnava Bogor ini, Direktur e-Government, Firmansyah Lubis, menyampaikan paparannya yang berjudul “Kebijakan Pengembangan e-Government di Instansi Pemerintah”, Firmansyah  menjelaskan mengenai regulasi-regulasi terkait implementasi e-Government yang telah ada maupun masih dalam proses penyusunan. Poin-poin penting dari paparan tersebut antara lain:

  1. Pentingnya sistem elektronik (SE) yang ada di Kemendikbud terdaftar di Kementerian Kominfo, sejalan dengan telah disahkannya Permen Kominfo Nomor 10 Tahun 2015 tentang Pendaftaran Sistem Elektronik Instansi Penyelenggara Negara;
  2. Mengingatkan akan tengah adanya Moratorium Pembangunan Pusat Data yang merupakan amanah Peraturan Presiden No. 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019;
  3. Implementasi pengamanan system informasi sesuai klasifikasinya sesuai dengan Permen Kominfo Nomor 4 Tahun 2016 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Informasi, dan;
  4. Pembentukan Dinas Komunikasi dan Informatika berdasarkan Permen Kominfo Nomor 13 Tahun 2016 tentang Hasil Pemetaan Urusan Pemerintahan di Bidang Komunikasi dan Informatika, dan Permen Kominfo No. 14 tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah Bidang Komunikasi dan Informatika.

Pustekkom Kemendikbud menaruh perhatian sangat besar terhadap penerapan e-Government di instansinya.Hal itu dapat dilihat dari antusiasnya para pejabat/staf mengajukan beberapa pertanyaan terkait hal itu. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pihak Kemendikbud berkisar pada Penerapan Government Chief Information Officer (Gov CIO), Pusat Data, Bantuan dari Kominfo terkait penyebaran koneksi internet untuk sekolah, dan proses integrasi data antar aplikasi. Secara umum, Firmansyah menjelaskan bahwa Gov CIO Nasional harus ditunjuk dahulu agar semua Instansi Penyelenggara Negara dapat melihat urgensi Gov CIO dan memudahkan koordinasi. Selanjutnya Direktur e-Government juga menyarankan kepada Kemendikbud agar memanfaatkan Infrastructure Sharing daripada membangun pusat data baru dan dapat memanfaatkan Aplikasi MANTRA dalam hal integrasi datanya. Sementara mengenai bantuan dari kominfo untuk penyebaran internet di sekolah-sekolah, Firmansyah mendorong agar Kemdikbud aktif berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo mengenai sekolah-sekolah yang masih belum terakses internet agar sekolah tersebut dapat masuk ke dalam program yang menggunakan Dana USO atau program lainnya yang dijalankan Kominfo.(SYA)

SURAKARTA – Peraturan Menteri Kominfo No. 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik  atau Indonesia Game Rating System (IGRS)  kembali di sosialisasikan di Hotel Swiss Bell Surakarta (09/04). Pada acara Bekraf Developer Day (BDD) yang bertemakan ”Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Digital” dihadiri lebih dari 1000 peserta.

Kementerian Kominfo diwakili Kasubdit Industri Konten Multimedia, Milikta Jaya Sembiring, menyampaikan rating atau klasifikasi permainan interaktif elektronik juga terdapat di banyak negara lain. Dengan klasifikasi dan pemeringkatan melalui IGRS, pertama sebagai panduan bagi masyarakat, pelaku industri tetang kesesuaian konten dengan aturan serta nilai-nilai budaya Indonesia.  Kedua, sarana edukasi pengguna game tekait pentingnya kecocokan usia gamer dan games yang dimainkan. Sehingga masyarakat menggunakan produk digital entertainment seperti game secara bijaksana dan sesuai peruntukannya.

Milikta juga menghimbau para Developer (penyelenggara dan pembuat permainan interaktif elektronik) agar dapat mendaftarkan permainan atau game ke http://www.igrs.id. Karena hadirnya IGRS diharapkan dapat mendukung Penciptaan Iklim Yang Kondusif industri game, Penciptaan Persepsi Positif Masyarakat Akan Orang Kreatif, Usaha Kreatif, dan Karya Kreatif Lokal serta Keberpihakan Pasar Lokal Pada Industri dan Karya Kreatif Lokal. (HBK)

 

Jakarta - Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, yang diwakili oleh Direktur e-Government, Firmansyah Lubis, menghadiri acara Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Infolahta TNI Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Pengolahan Data TNI di Aula Gatot Soebroto, Denma Mabes TNI Cilangkap (22/03). Acara ini bertemakan “Melalui Rakornis Infolahta TNI Tahun 2017, Kita Optimalkan Pembangunan dan Pengembangan Sistem Informasi TNI Guna Mewujudkan TNI yang Kuat, Hebat, Profesional dan Dicintai Rakyat” dan dihadiri oleh perwakilan dari satuan TNI AU, TNI AD, dan TNI AL yang membidangi Infolahta TNI.  

My Twitter Updates