Berita
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Jakarta - Acara ini dibuka langsung oleh menteri kominfo, Rudiantara bertempat di hotel santika Jakarta (15/11),  dihadiri oleh Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan, Kemendagri, Bappenas dan 24 perwakilan dari Kabupaten/Kota yang telah berkomitmen untuk mendukung Gerakan menuju 100 Smart City.

Dalam kesempatan ini, Rudiantara menyampaikan bahwa pemerintah memasukkan faktor dimensi pembangunan sektor unggulan, dimensi pembangunan pemerataan kewilayahan, dan nawacita agar program ini merata diseluruh penjuru Indonesia.

Dua puluh empat kota/kabupaten yang terpilih di tahap pertama gerakan menuju 100 smart city telah berhasil menyusun smart city master plan. Di dalam smart city master plan ini, terdapat berbagai program yang memanfaatkan tekhnologi untuk menjawab tantangan sekaligus peluang dari masing-masing daerah sampai 10 tahun ke depan.(NDI)

 

Jakarta – Dipenghujung  program Gerakan menuju smart city tahun 2017, Ditjen Aptika Kementerian Kominfo mengundang 24 Kabupaten /Kota terpilih sebagai inisiator untuk memaparkan programnya. acara penutupan tahap pertama gerakan menuju 100 smart city yang bertempat di Hotel Santika Jakarta, para pemimpin daerah memprersentasikan master plan dan quick win yang telah disusun. (15/11)

 Gerakan menuju 100 smart city 2017  mewajibkan tiap daerah untuk menyusun smart city master plan dan membuat program Quickwins yang akan segera dirasakan masayarakat. Dengan Quick win ini diharapkan bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat mengenai efektivias program smart city, sehingga masyarakat terdorong untuk membantu pemerintah daerah mewujudkan yang telah disusun.

Acara ini mengundang pimpinan daerah dari Kabupaten/kota yang belum terpilih agar bisa mendapatkan inspirasi terkait pembangunan smart city di daerah nya (NDI).

    KAB / KOTA           QUICKWINS
  1. Kab. Badung
  2. Kab. Banyuasin
  3. Kab. Banyuwangi
  4. Kab. Bojonegoro
  5. Kab. Gresik
  6. Kab. Kutai Karta Negara
  7. Kab. Lombok Timur
  8. Kab. Mimika
  9. Kab. Pelalawan
  10. Kab. Siak
  11. Kab. Sidoarjo
  12. Kab. Sleman
  13. Kota Bandung
  14. Kota Bekasi
  15. Kota Bogor
  16. Kota Cirebon
  17. Kota Jambi
  18. Kota Makassar
  19. Kota Samarinda
  20. Kota Semarang
  21. Kota Sukabumi
  22. Kota Tanggerang
  23. Kota Tanggerang Selatan
  24. Kota Tomohon
  1. Sita jegeg (Aplikasi Pariwisata)
  2. E-Voting (system Voting Online)
  3. E-Retribusi (system Pajak Online)
  4. Open Data Contract (keterbukaan data )
  5. Kartu Tani (akses bank petani)
  6. E -Kukar holiday (Aplikasi Wisata)
  7. Si Pepadu (system pengaduan mayarakat )
  8. Amole (system pelaporan)
  9. System RSUD Online (cek jumlah kamar)
  10. Aplikasi alarm persalinan
  11. Siap tarik (system antri puskesmas)
  12. E-PPDB (pajak online)
  13. Layak rawat (Layanan kesehatan di rumah)
  14. Penerangan jalan ramah lingkungan
  15. System informasi puskesmas
  16. Wadul bae (pelaporan kekerasan anak)
  17. Kampung bantar(aplikasi Desa)
  18. Bank sampah sektoral
  19. E-rekomendasi (aplikasi pariwisata)
  20. Info listrik padam
  21. Dana penguatan UKM
  22. E- plesiran
  23. Kabar tengsel (aplikasi  pengaduan)
  24. Sicantik( Aplikasi perizinan)

Ciputat -  Dalam rangkaian FGD Smart City Direktorat e-Government kementerian Kominfo, Kemendagri menyatakan akan siapkan rambu-rambu untuk perintah daerah terkait pelaksanaan smartcity berupa pedoman pengembangan smartcity serta payung hukum pengembangan smarticity. Rangkaian FGD dan  evaluasi hasil pelaksanaan Bimtek penyusunan masterplan smartcity diselenggarakan di Pusat TIK Nasional Ciputat (17/10). 

Direktorat e-Government juga menghadirkan  Kantor Staf Presiden (KSP), Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Perkotaan, Perumahan dan Pemukiman Kementerian Perencaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyampaikan program terkait dengan pelaksanaan smartcity di Indonesia sebagaimana telah tertuang dalam RPJMN 2015-2019 yaitu pengembangan kota cerdas berdaya saing dan berbasis teknologi dan budaya lokal melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi

Sementara Bappenas menyampaikan tentang program pendukung pelaksanaan smartcity yaitu National Urban Development Program (NUDP) yang juga melibatkan kementerian lain untuk merumuskan kebijakan pembangunan perkotaan nasional menuju kota yang berkelanjutan di Indonesia. Dalam kesempatan awal disampaikan oleh Kementerian PUPR menyampaikan rencana strategis Ditjen Cipta Karya berupa program pengembangan kota hijau melalui teknologi infrastruktur seperti air minum, bangunan gedung hijau serta persampahan dan drainase untuk mendukung konsep kota cerdas. Kantor Staf Presiden menyampaikan tentang kebijakan satu data Indonesia yang mendukung pelaksanaan smartcity dalam hal pendorong pengambilan kebijakan pembangunan berdasarkan data. #gerakan100smartcity. (NVZ)

 

Samarinda - Masih dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) ke 4 Kota Samarinda yang dihadiri oleh Walikota Samarinda beserta Pimpinan SKPD dan para stakeholder melaksanaan penandatanganan komitmen pelaksanaan smartcity

Penandatanganan dilakukan secara simbolik oleh Kepala Dinas Kominfo, Kepala Bappeda, dan Camat  KecamatanSamarinda dan disaksikan dan ditandangani juga oleh Walikota Samarinda. Kegiatan yang mendapatkan dukungan dari komunitas, perbankan serta perguruan tinggi ini bertujuan sebagai bentuk dukungan dari berbgai pihak dalam memujudkan seluruh program yang telah disusun dalam masterplan pelaksanaan smartcity dan nantinya akan menjadi bagian dari RPJMD dan RPJPD Kota Samarinda.#gerakan100smartcity(nvz)

 

Ciputat - Kementerian Kominfo melalui Direktorat e-Government menyelenggarakan evaluasi hasil pelaksanaan Bimtek penyusunan masterplan smartcity yang telah mencapai tahap ke 3 dengan FGD bertema ‘Peluang dan Tantangan Smart City’ di Pusat TIK Nasional Ciputat (17/10). FGD  bertujuan agar 25 kabupaten/kota yang sedang menyusun masterplan dapat saling berbagi informasi dalam penyelesaikan masterplan smartcity. 

Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diani, menyambut kehadiran kepada seluruh peserta dan menyampaikan dikarenakan kegiatan ini diselenggarakan di Kota Tangerang Selatan dan sebagai tuan rumah berkewajiban untuk menyambut kedatangan para peserta di kotanya. Sebagaimana diketahui WaliKota Tangerang Selatan juga selaku Ketua Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) yang terlibat aktif dalam kegiatan smartcity. Sambutan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Direktur e-Government Firmansyah Lubis yang menyampaikan tentang perlunya kolaborasi antar instansi pemerintah, sehingga melalui program smartcity antar daerah dapat saling bekerjasama dalam mendukung pelaksanaannya. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Teknologi Herry Abdul Aziz yang dalam arahanya menyampaikan peran teknologi dalam mendukung pelaksanaan program smartcity. 

Mewakili 25 kabupaten/kota yang hadir, 6 kabupaten/kota yaitu Kota Samarinda, Kabupaten Cirebon, Kota Mimika, Kabupaten Sleman, Kota Tangerang, dan Kota Semarang dipiilh untuk berbagi pengalaman dalam proses penyusunan dokumen masterplan. Walau penerapan smartcity telah masuk dalam RPJMD untuk beberapa kota/kabupaten namun secara umum tiap daerah menyampaikan adanya kesamaan kendala yang dihadapi diawal yaitu menyamakan pemahaman dengan SKPD lainnya tentang konsep smartcity dan kendala penganggaran.  

Berdasarkan hasil paparan keenam kabupaten/kota tersebut bahwa selain komitmen pimpinan daerah, kerjasama dan koordinasi yang baik antar SKPD serta keterlibatan masyarakat yang diwakili oleh akademisi dan komunitas merupakan pendukung terlaksana dan keberlanjutan program smartcity#gerakan100smartcity (NVZ)

 

My Twitter Updates