Artikel
Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

 

A. Keterkaitan Cyber Security (Keamanan Siber) dan Cyber Defense (Pertahanan Siber)

Keamanan Siber dan Pertahanan Siber memiliki setidaknya satu keterkaitan erat, yaitu bahwa keduanya diterapkan untuk menjaga dan mempertahankan kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) informasi elektronik atau Sistem Elektronik.

Beberapa orang yang tidak percaya pada mekanisme multipihak dan diskusi kebijakan global mungkin berpikir bahwa melibatkan diri dalam diskusi internasional tentang tata kelola internet tidak sebagai prioritas Indonesia saat ini. Indonesia memiliki tantangan tersendiri, misalnya kebutuhan untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia sehingga tidak perlu untuk terlibat secara aktif dalam isu Tata Kelola Internet.

Tapi internet, adalah entitas global. Internet membuka pintu bagi Anda untuk berkomunikasi, untuk mengembangkan jaringan, untuk bernegosiasi, untuk melakukan transaksi dengan orang-orang di luar Indonesia. Algoritma yang canggih dapat membantu Anda untuk membuka percakapan baru dengan orang-orang di luar negeri ini. Dan ini adalah di mana kedaulatan menjadi titik sentral. Kedaulatan, kewenangan untuk memerintah wilayah geografis tertentu, benar-benar diperebutkan di hadapan Internet. Ini menjadi masalah bagi banyak negara dalam mengatur pajak mereka, yurisdiksi mereka dan bahkan keamanan mereka. Di era informasi saat ini, mempertahankan kedaulatan paling mungkin tugas terbesar dari semua pemerintah di dunia. Indonesia tidak sendirian dalam masalah ini. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain bagi Indonesia selain untuk mengambil bagian dari diskusi global tersebut. Mendiskusikan kepedulian dan melihat bagaimana negara-negara lain dan pemangku kepentingan yang berbeda mengatasi masalah ini.

Komunikasi menggunakan teknologi Internet hampir menjadi kebutuhan primer setiap orang di Indonesia. Perkembangan teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pesat menyebabkan perubahan pola sistem jaringan menjadi semakin efisien. Awal mula teknologi Internet (interconnection-networking) hanya untuk menghubungkan jaringan antar komputer  berbasis Internet Protocol (IP) sebagai protokol pertukaran paket data (packet switching communication protocol). Pada perkembangannya untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia dibuatlah rangkaian Internet yang terbesar yang kemudian dinamakan InternetCara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking (antar jaringan). Artikel ini akan membahas penggunaan teknologi sistem jaringan Internet di Indonesia.

Ide awal Internet of Things pertama kali dimunculkan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 dimana benda-benda di sekitar kita dapat berkomunikasi antara satu sama lain melalui sebuah jaringan seperti internet. Berawal dari Auto-ID Center, teknologi yang berbasis pada Radio Frequency Identification (RFID). RFID merupakan identifikasi kode produk elektronik yang bersifat unik ini kemudian berkembang menjadi teknologi bahwa pada setiap benda dapat memiliki alamat Internet Protocol (IP).  Suatu perangkat keras yang tertanam di berbagai macam benda nyata sehingga benda tersebut dapat tersambung dengan internet. Mari kita bayangkan ketika semua benda, bahkan manusia, hewan dan tumbuhan dilengkapi dengan alat pengidentifikasi, maka mereka bisa dikelola secara efisien dengan bantuan komputer. Pengidentifikasian tersebut dapat dilakukan dengan beberapa teknologi seperti kode batang (Barcode), Kode QR (QR Code), dan Identifikasi Frekuensi Radio (RFID). Benda-benda yang kita tanamkan sensor tersebut akan dibuat selalu aktif terhubung secara luas dengan alamat Internet Protocol (IP) tertentu.

Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika yang pada awalnya Ditjen Aplikasi Telematika merupakan salah satu stuan kerja di Departemen Komunikasi dan Informatika. Didirikan  sesuai Keputusan Presiden Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan tugas Eselon I Kementrian Negara R.I sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden No.15 Tahun 2005. Ditjen Aptel mengemban amanat  pengembangan Information and Communication Technology (ICT)  yang efektif di Indonesia. Pengembangan tersebut dari sisi Computer, dan Content.

Memasuki tahun 2010, struktur organisasi dan tata kerja di Kementerian Komunikasi dan Informatika mengalami perubahan dengan diterbitkannya Permen Kominfo No. 17/PER/M.KOMINFO/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika.

My Twitter Updates